UTM Perkuat Branding Desa Wisata Paseseh
- 18 Agt 2026 04:57 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Tim Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, selama Juli hingga Oktober 2026 dengan fokus memperkuat branding desa wisata melalui potensi Batik Gentongan, UMKM, budaya lokal, kehidupan masyarakat, dan pesona Pantai Paseseh.
Program KKNT tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), dengan rangkaian kegiatan diarahkan pada pengembangan potensi lokal dan peningkatan daya tarik Desa Paseseh sebagai destinasi wisata.
Program ini diketuai Dr. Retno Indriartiningtias, S.T., S.E., M.T., dengan anggota Dr. Arik Kurniawati, S.Kom., M.T. dan Rony Azmi Faisal, S.T., M.Sc. dari Program Studi Teknik Industri dan Teknik Informatika Fakultas Teknik UTM, serta melibatkan empat mahasiswa KKNT, yakni Naurah, Najwa, Ariskiyanto, dan Nanang.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah menciptakan Kampung Batik sekaligus memperkuat identitas Desa Wisata Paseseh melalui pembuatan mural yang mengangkat karakter lokal, mulai dari motif Batik Gentongan, proses membatik, karya masyarakat, hingga panorama Pantai Paseseh.
Mural tersebut tidak hanya berfungsi mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi media visual untuk memperkenalkan identitas Paseseh kepada masyarakat luas sekaligus menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung.
Promosi desa kemudian diperkuat melalui pembuatan daily vlog Desa Wisata Paseseh yang menampilkan kehidupan masyarakat, aktivitas pengrajin, proses pembuatan batik, seni dan budaya lokal, UMKM, hingga keindahan kawasan pesisir.
Di sektor ekonomi, Tim UTM memberikan dukungan kepada 10 UMKM yang tergabung dalam Komunitas Kembang Pote Paseseh berupa lemari atau rak display produk serta ikon logo bagi masing-masing UMKM untuk memperkuat identitas usaha dan membuat produk lebih menarik bagi wisatawan.
Penguatan promosi digital juga dilakukan melalui pengembangan Website Desa Paseseh yang mengintegrasikan informasi mengenai profil desa, potensi wisata, Kampung Batik, produk UMKM, karya pengrajin, hingga berbagai aktivitas masyarakat.
Sementara itu, teknologi pewarnaan dan desain digital batik diperkenalkan kepada para pengrajin sebagai alternatif untuk mengeksplorasi desain dan komposisi warna tanpa menghilangkan karakter tradisional Batik Gentongan.
Ketua tim, Dr. Retno Indriartiningtias, mengatakan program tersebut diarahkan untuk menyatukan berbagai potensi lokal Paseseh menjadi identitas desa wisata yang lebih kuat. “Paseseh memiliki Batik Gentongan sebagai kekuatan budaya, didukung kreativitas pengrajin dan UMKM serta keindahan pantainya,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan tersebut perlu dirangkai dalam satu identitas agar Paseseh semakin dikenal sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. “Melalui kegiatan ini, berbagai potensi tersebut kami rangkai menjadi satu branding Desa Wisata Paseseh agar semakin dikenal dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....