Penanganan Genangan 2027, Surabaya Siapkan Anggaran Rp1 Triliun Lebih
- 14 Agt 2026 20:57 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya- Arah kebijakan anggaran Surabaya 2027 mulai mengerucut setelah Pemkot dan DPRD Surabaya menyepakati Kenijakan Umum Anggaran KUA serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara PPAS. Penanganan genangan menjadi salah satu program yang mendapat perhatian dalam rencana pembangunan tahun depan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepakatan yang ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pimpinan DPRD Surabaya. Penandatanganan dilakukan dalam Rapat Paripurna Persetujuan Bersama di Gedung DPRD Surabaya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam rancangan tersebut, APBD Surabaya 2027 diproyeksikan berada di angka sekitar Rp15 triliun. Eri mengatakan, besaran itu masih bergantung pada kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
"Jadi kita masih merencanakan dengan kembalinya TKD, termasuk dengan Dana Bagi Hasil yang akan diturunkan tahun ini. Jadi kita menghitung dengan tahun yang ini, sekaligus dengan perhitungan sebelumnya, maka kita sekitar Rp15 T-an," ujar Eri usai rapat paripurna.
Dari proyeksi tersebut, Pemkot Surabaya akan memusatkan belanja pada sejumlah kebutuhan yang dianggap mendesak. Selain genangan, pengaspalan jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga masuk dalam daftar prioritas.
“Jadi 2027 terkait pengaspalan jalan. Yang kedua terkait penerangan jalan umum. Yang ketiga, (penanganan) genangan air. Jadi prioritas kita itu, maka kita lakukan hal itu,” katanya.
Eri menjelaskan, pemerintah tidak akan menyebar anggaran ke seluruh persoalan secara bersamaan. Penentuan skala prioritas dinilai penting agar intervensi pembangunan dapat memberikan hasil yang lebih terukur.
“Maka yang satu genangan, yang kedua adalah pengaspalan jalan. Setelah itu baru titik yang (lainnya) berjalan,” ujarnya.
Untuk persoalan genangan, sekitar 200 titik diperkirakan menjadi sasaran intervensi pada 2027. Angka tersebut merupakan bagian dari lebih dari 450 titik yang masih menjadi perhatian Pemkot Surabaya.
“Kita itu ada penurunan ada sekitar 200 titik. 200 titik itu tempat genangan air, tapi kalau ngomong (bicara) titiknya, lebih dari 450,” kata Eri.
Ia menyebut jumlah titik genangan di Surabaya terus berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya. Dari yang sempat mencapai sekitar 700 titik, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 400 titik.
“Jadi dari tahun sebelumnya 700 (titik), turun jadi 400 titik. Jadi 200 titik perkiraan kita yang akan kita sentuh,” jelasnya.
Beberapa kawasan yang masuk perhatian di antaranya Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, Medokan Semampir hingga sekitar Jalan Raya Tenggilis Mejoyo. Pemkot akan menentukan titik intervensi berdasarkan tingkat kebutuhan penanganannya.
Untuk menjalankan program tersebut, Eri menyebut anggaran penanganan genangan pada 2027 disiapkan lebih dari Rp1 triliun. Anggaran akan diarahkan pada titik-titik yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
Eri menambahkan, penetapan titik sasaran diperlukan agar hasil program dapat dievaluasi secara berkala. Dengan begitu, Pemkot dapat memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar mampu mengurangi persoalan genangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....