Penghuni Liponsos Keputih Adu Kreativitas Rayakan HUT RI
- 14 Agt 2026 16:41 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Sekitar 200 penghuni Liponsos Keputih mengikuti lomba memeriahkan HUT ke-81 RI.
- Fashion show dan karaoke menjadi ruang ekspresi sekaligus terapi sosial bagi penghuni
- Dinsos Surabaya mendorong kepercayaan diri, kebersamaan, dan semangat kebangsaan melalui kegiatan tersebut.
RRI.CO.ID, Surabaya - Sekitar 200 penghuni Liponsos Keputih Surabaya mengikuti berbagai lomba memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung Kamis, 13 Agustua 2026, dengan peserta dan penghuni lain turut memberikan dukungan.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya menjadikan perlombaan sebagai bagian dari terapi sosial bagi para penghuni. Kegiatan tersebut juga mendorong rasa percaya diri, kebersamaan, dan semangat kebangsaan.
Kepala Dinsos Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kegiatan dirancang untuk memperkuat interaksi antar penghuni. Mereka juga didorong membangun hubungan dengan penghuni dari barak lainnya.
“Lomba ini menjadi salah satu terapi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan. Mereka bisa saling mengenal antar penghuni, sekaligus meningkatkan rasa kebangsaan,” kata Antiek.
Tiga perlombaan digelar, yakni mengambil bola dengan kerucut, fashion show, dan karaoke. Para penghuni juga menunjukkan kreativitas melalui kostum yang mereka kenakan.
Menurut Antiek, setiap barak diberi keleluasaan berkreasi menggunakan barang yang tersedia di lingkungan masing-masing. Proses pembuatan kostum dilakukan bersama para pendamping.
“Setiap barak diberi kewenangan untuk berinovasi dengan apa yang mereka miliki. Kostum yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas mereka dengan pendampingan petugas,” ujarnya.
Antiek menyebut perayaan tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Antusiasme terlihat dari kreativitas penghuni dan keinginan berkumpul bersama teman dari barak lain.
Para penghuni berasal dari berbagai latar belakang, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan orang terlantar. Mereka juga termasuk warga yang ditemukan dalam razia, seperti pengemis dan gelandangan.
“Untuk menambah semarak kegiatan, Dinsos Surabaya juga menyiapkan hadiah berupa aneka makanan dan makanan ringan bagi para pemenang,” ungkapnya.
Pendamping Liponsos Keputih, Ningsih Mei Fitriani Ismail, mengatakan Lomba Agustusan menjadi agenda tahunan. Kegiatan tersebut melibatkan penghuni dari berbagai kategori dan setiap barak menampilkan kreativitas.
“Setiap tahun kami mengadakan kegiatan Lomba Agustusan untuk ODGJ, pengemis, gelandangan, dan lainnya. Setiap barak menampilkan karya seni dan kreativitasnya,” kata Ningsih.
Ia menambahkan, persiapan kostum dilakukan sekitar satu bulan sebelum perlombaan. Para penghuni memanfaatkan bahan yang tersedia dan menerapkan konsep daur ulang.
“Persiapan kostum sudah dilakukan sekitar satu bulan sebelumnya. Kami juga menggunakan bahan-bahan daur ulang,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....