Pemkot Surabaya Siapkan Pengawas Medis dan Nutrisi Satwa KBS

  • 13 Agt 2026 18:30 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Pemkot Surabaya menyiapkan pengawas khusus medis dan nutrisi untuk memperkuat kesejahteraan satwa KBS.
  • Evaluasi KBS mencakup keuangan, struktur organisasi, dan tata kelola dengan melibatkan auditor independen.
  • Calon direksi dan pengawas wajib berintegritas, kompeten, memiliki rekam jejak bersih, serta berkomitmen pada konservasi.

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan penguatan pengawasan kesejahteraan satwa di Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS). Pengawasan mencakup aspek medis dan nutrisi satwa, selain evaluasi keuangan serta tata kelola perusahaan daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki pengelolaan KBS. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan evaluasi dilakukan berkala.

Evaluasi dilakukan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam setiap enam bulan dan tahunan. "Pemerintah Kota Surabaya memang ada evaluasi internal dari teman-teman Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA), itu ada evaluasi setiap enam bulan, dan setiap tahun," kata Syamsul, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, capaian dividen KBS tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kesehatan perusahaan. Pemkot akan memperkuat evaluasi agar potensi persoalan dapat dicegah sejak awal.

"Jadi nanti untuk ke depannya kita lakukan (evaluasi) secara berkala, sehingga kalau ada salah itu bisa dicegah," ujarnya.

Pemkot Surabaya juga akan menggandeng auditor independen untuk memeriksa pengelolaan keuangan Perumda KBS. Auditor tersebut nantinya ditunjuk langsung oleh Pemkot Surabaya. "Pemkot juga akan mengevaluasi struktur-struktur organisasi KBS, sehingga nanti memastikan bahwa setiap fungsi strategis memiliki mekanisme checks and balances yang jelas," ujarnya.

Syamsul mengatakan calon direksi dan dewan pengawas harus memiliki integritas, kompetensi manajerial, serta memahami tata kelola perusahaan. Rekam jejak yang bersih dan komitmen terhadap konservasi satwa juga menjadi persyaratan penting.

"Yang paling utama adalah calon direktur dan dewan pengawas ini juga memiliki komitmen terhadap konservasi satwa," katanya.

Proses seleksi melibatkan tim independen dari kalangan akademisi dan praktisi. Para calon direksi juga akan mempresentasikan gagasan serta kemampuan mereka untuk dinilai tim tersebut.

Menurut Syamsul, penguatan tata kelola diarahkan agar KBS kembali menjadi lembaga konservasi profesional dan akuntabel. Pemkot juga ingin kepercayaan masyarakat Surabaya terhadap KBS kembali meningkat.

"Untuk pengawasannya juga kita nanti akan membentuk pengawas-pengawas yang banyak. Termasuk pengawas khusus terkait dengan medis dan nutrisi dari hewan-hewan yang ada di KBS," ujarnya.

Evaluasi KBS menjadi momentum bagi Pemkot Surabaya untuk memperbaiki tata kelola berdasarkan pengalaman sebelumnya. Syamsul menekankan pentingnya penempatan orang sesuai kompetensi untuk menjalankan setiap fungsi secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....