Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus Dewan Pers

  • 13 Agt 2026 18:51 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menerima Kartu Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers dalam perayaan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026.
  • Acara diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah.
  • Haedar menyampaikan Orasi Kebangsaan berjudul 'Pers Berkemajuan: Relasi Media, Agama, dan Semangat Kebangsaan' yang membahas peran penting pers dalam menjaga kualitas ruang publik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menerima Kartu Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers dalam rangkaian Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis, 13 Agustus 2026. Penyerahan kartu tersebut menjadi salah satu agenda dalam kegiatan yang digelar Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah.

Dalam kesempatan yang sama, Haedar juga menyampaikan Orasi Kebangsaan bertajuk “Pers Berkemajuan: Relasi Media, Agama, dan Semangat Kebangsaan”. Orasi tersebut membahas posisi pers dalam kehidupan kebangsaan, termasuk hubungan media dengan nilai agama dan semangat kebangsaan. Pers dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ruang publik di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Rektor UMJ Ma’mun Murod mengatakan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, media memiliki fungsi untuk mengawal penyelenggaraan negara agar tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi.

“Pers adalah pilar keempat dari demokrasi. Tanpa media, tanpa pers, saya yakin demokrasi akan sulit berjalan dengan baik,” ujar Ma’mun.

Ia mengatakan pers juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi jalannya tiga cabang kekuasaan negara, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Karena itu, kebebasan pers perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab jurnalistik.

Ketua MPI PP Muhammadiyah Muchlas mengatakan peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah menjadi momentum untuk mengingat kembali hubungan panjang Muhammadiyah dengan pers dan tradisi literasi. “Pada 1915, Muhammadiyah telah menerbitkan Suara Muhammadiyah, kemudian Suara ’Aisyiyah serta berbagai media Muhammadiyah di tingkat daerah,” kata Muchlas, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, tradisi tersebut menunjukkan bahwa pers dan literasi telah menjadi bagian dari perjalanan Muhammadiyah. Gerakan tersebut tidak hanya berkembang melalui pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga melalui kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, dan menyebarkan pengetahuan.

“Literasi telah menjadi bagian dari DNA gerakan Muhammadiyah,” ucapnya tegas.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyoroti tantangan profesi wartawan di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menilai wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus bekerja dengan integritas, tanggung jawab, dan kompetensi.

Komaruddin mengaitkan kerja jurnalistik dengan prinsip tabayyun dalam tradisi Islam. Menurutnya, informasi perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada masyarakat.

“Berita itu dalam tradisi Islam punya tradisi untuk dilakukan tabayyun atau verifikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip verifikasi juga dikenal dalam tradisi keilmuan Islam, termasuk dalam proses menjaga keabsahan informasi melalui sanad dalam transmisi hadis. Prinsip tersebut dinilai tetap relevan ketika masyarakat menghadapi banjir informasi melalui media digital.

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membuat arus informasi semakin cepat. Kondisi itu sekaligus menuntut media dan wartawan lebih cermat dalam memastikan kebenaran informasi sebelum dipublikasikan.

Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di UMJ menjadi ruang untuk membicarakan kembali hubungan antara pers, literasi, dan kehidupan kebangsaan. Kegiatan tersebut juga menempatkan verifikasi informasi dan profesionalisme jurnalistik sebagai bagian penting dalam menghadapi perubahan ekosistem media.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....