Dini Hari, Wagub Emil Patroli Titik Api Bromo

  • 13 Agt 2026 15:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Pasuruan - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Kamis dini hari. Emil tiba di lokasi sekitar pukul 02.07 WIB setelah bertolak dari Jakarta menyusul laporan peningkatan intensitas titik api Rabu malam.

“Begitu menerima laporan dari tim di lapangan jam tujuh malam bahwa titik api mulai membesar, kami memutuskan untuk segera berkoordinasi dan bertolak ke Bromo untuk memantau situasi secara langsung,” ujar Emil, Kamis, 13 Agustus 2026.

Dalam peninjauan tersebut, kobaran api di sejumlah titik dilaporkan mulai mengecil setelah dilakukan pemadaman oleh tim gabungan. Tim tersebut terdiri atas petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD, relawan lokal, serta TNI/Polri.

Namun, Emil menemukan sejumlah titik api baru di pinggir jalan yang belum tersisir. Kondisi itu terjadi akibat keterbatasan jarak pandang serta kelelahan petugas setelah berupaya memadamkan api utama di Bukit Kingkong.

“Kami mengapresiasi tinggi dedikasi seluruh tim gabungan BPBD, TNBTS, TNI/Polri, hingga relawan yang telah berjuang keras sejak sore. Namun, kewaspadaan tidak boleh turun,” kata Emil.

Emil menekankan perlunya penguatan armada respons cepat di kawasan Bromo. Pemprov Jatim mendorong penggunaan kendaraan pick-up yang dilengkapi tandon air dan pompa Alkon untuk menangani percikan api sebelum berkembang menjadi kobaran besar.

Selain armada, petugas akan dilengkapi tangga portabel, alat pemadam api ringan (APAR), dan jet shooter untuk menjangkau titik api di sepanjang tebing jalan setinggi sekitar empat meter. Frekuensi patroli rute Wonokitri-Bukit Kingkong juga akan ditingkatkan untuk mengantisipasi titik api yang luput dari pemantauan.

“Karakteristik Bromo dengan angin kencang dan medan terjal menuntut kita untuk bergerak fleksibel. Dengan kombinasi armada fast-response dan peningkatan intensitas patroli, kita ingin memastikan setiap titik api bisa ditangani sedini mungkin,” kata Emil.

Pemprov Jatim sebelumnya telah menggelar rapat bersama Menteri Kehutanan terkait penanganan karhutla. Dalam status siaga darurat, Karo Ops ditugaskan merencanakan, mengendalikan, dan mengoordinasikan pengamanan serta meningkatkan penindakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....