Narkoba Ancam Masa Depan Generasi Muda
- 04 Agt 2026 05:41 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Penyalahgunaan narkoba dinilai sebagai ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan keluarga, dan menghilangkan potensi generasi muda.
- Mohammad Mukhrojin, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sukolilo, menekankan bahwa generasi muda adalah calon pemimpin bangsa yang harus dijaga dari pengaruh narkoba.
- Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas dan ketahanan generasi saat ini dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.
RRI.CO.ID, Surabaya – Penyalahgunaan narkoba dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda karena dapat merusak kesehatan, menghancurkan keluarga, hingga menghilangkan potensi yang dimiliki seseorang. Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sukolilo Kementerian Agama Kota Surabaya, Mohammad Mukhrojin, dalam program Cahaya Pagi RRI Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026, mengangkat tema "Narkoba Mengancam Masa Depan".
Menurut Mohammad Mukhrojin, generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa sehingga harus dijaga dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi saat ini. "Syubbanul yaum rijalul ghad, generasi sekarang merupakan pemimpin masa mendatang. Jika generasi muda terjerumus narkoba, maka masa depan mereka juga akan terancam," ujarnya.
Ia menjelaskan, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga akal sebagai salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Sebab, akal menjadi bekal untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, sekaligus menjalankan ibadah, menuntut ilmu, dan bekerja secara optimal.
Dalam pemaparannya, Mohammad Mukhrojin menegaskan bahwa narkoba termasuk perbuatan yang diharamkan dalam Islam karena dapat menghilangkan kesadaran dan merusak akal. "Rasulullah SAW bersabda, Kullu muskirin haramun, setiap sesuatu yang memabukkan adalah haram. Karena itu, segala sesuatu yang merusak akal wajib dijauhi," katanya.
Ia juga menguraikan dampak buruk penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya menyerang kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan kehidupan sosial. Menurutnya, pengguna narkoba berisiko mengalami gangguan pada otak, jantung, hati, serta sistem saraf yang pada akhirnya menghambat aktivitas belajar, bekerja, maupun beribadah.
Selain berdampak pada individu, narkoba juga menjadi ancaman bagi keharmonisan keluarga. Ketergantungan terhadap narkoba dapat memicu konflik rumah tangga, hilangnya kepercayaan antaranggota keluarga, hingga menimbulkan beban emosional dan ekonomi. Karena itu, keluarga diminta aktif memberikan perhatian, pendidikan agama, dan pengawasan kepada anak-anak.
| Baca juga: Merawat Sejarah, Meneguhkan Jati Diri Bangsa |
Mohammad Mukhrojin menyebut terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, di antaranya lemahnya iman, kurangnya pemahaman agama, pengaruh lingkungan dan pergaulan yang buruk, rasa ingin mencoba, minimnya komunikasi dalam keluarga, serta ketidakmampuan mengelola tekanan hidup. "Jangan pernah mencoba narkoba. Sekali mencoba bisa berujung pada ketergantungan yang sulit dilepaskan," katanya.
Dalam sesi tanya jawab, ia kembali menekankan bahwa narkoba menawarkan kesenangan sesaat, tetapi membawa penderitaan dalam jangka panjang. "Narkoba memberikan kesenangan sesaat, tetapi dampaknya dapat menghancurkan kehidupan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Karena itu, narkoba benar-benar mengancam masa depan seseorang," ucapnya.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, orang tua perlu memperkuat pendidikan agama dan komunikasi dengan anak, masyarakat harus menciptakan lingkungan yang sehat, sedangkan generasi muda perlu mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti belajar, berolahraga, berkarya, dan meningkatkan ibadah.
Menutup dialognya, Prof. Dr. Mohammad Mukhrojin mengajak masyarakat menjadikan pencegahan narkoba sebagai tanggung jawab bersama demi melindungi generasi penerus bangsa. "Mari kita lindungi anak-anak kita dan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba. Jangan pernah mencoba, jangan mendekati, dan jangan pernah memberikan ruang bagi narkoba dalam kehidupan kita," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....