Lindya Januarti Hadirkan Dapur Bafarcha dengan Bahan Premium
- 04 Agt 2026 05:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Berawal dari hobi membuat kue bersama anak-anak di rumah, Lindya Januarti Hermanto kini berhasil mengembangkan Dapur Bafarcha, sebuah usaha kuliner yang menawarkan beragam jajanan dengan cita rasa premium. Kisah tersebut ia bagikan dalam siaran Dialog UMKM, Minggu 2 Agustus 2026.
Dapur Bafarcha menghadirkan berbagai pilihan makanan, mulai dari risol mayo dengan beberapa varian, brownies lumer, hingga aneka kue yang memadukan cita rasa khas Indonesia dan luar negeri. Lindya mengatakan, kualitas bahan menjadi nilai utama yang membedakan produknya dari jajanan sejenis.
"Yang membuat beda dari yang lain, kami menggunakan bahan-bahan premium. Jadi kami berusaha memberikan produk dengan kualitas terbaik untuk pelanggan," ujar Lindya.
Lindya menuturkan, Dapur Bafarcha mulai dirintis pada 2022. Awalnya, ia belajar membuat kue melalui video di YouTube, lalu mencoba mempraktikkannya bersama anak-anak di rumah. Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar kemudian mendorongnya untuk mulai berjualan.
"Awalnya kita lihat dari YouTube, kemudian belajar membuat kue. Dari satu macam kue kering, anak-anak yang mencoba dan bilang enak, akhirnya kami mulai menjual perlahan kepada teman-teman anak-anak," katanya.
Seiring waktu, Lindya terus mengembangkan kemampuannya dengan membuat berbagai jenis makanan. Dari kue kering, ia mencoba membuat dadar gulung keju, risol mayo, brownies, hingga aneka jajanan lainnya sebelum akhirnya membuka penjualan secara offline.
Perjalanan membangun usaha tersebut tidak selalu mudah. Sebagai seorang ibu tunggal (single mom), Lindya menjadikan Dapur Bafarcha sebagai sarana untuk tetap produktif sekaligus mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Di awal merintis usaha, keterbatasan modal menjadi salah satu kendala utama. Untuk menyiasatinya, Lindya menerapkan sistem pemesanan dengan pembayaran uang muka atau down payment (DP). Menurutnya, cara tersebut cukup efektif membantu usaha tetap berjalan meski modal terbatas.
Di akhir perbincangan, Lindya membagikan pesan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha agar tidak menunggu kondisi benar-benar sempurna.
"Kalau ingin membuka usaha, langsung mulai saja dulu. Jangan terlalu lama menunggu, karena dari proses mulai itulah kita akan belajar dan berkembang," pungkasnya.Bila untuk tayangan RRI, naskah ini juga bisa dipadatkan menjadi sekitar 450–500 kata agar lebih ringkas dan mudah dibaca penyiar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....