Macapat: Kala Raden Endrasena Menghadap Panditaraja Giri Kedhaton
- 29 Jul 2026 20:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - RRI Pro 4 Surabaya kembali memanjakan para pecinta budaya Jawa melalui program siaran Macapat yang mendalam dan sarat makna edisi Rabu, 29 Juli 2026. Pada siaran kali ini, menghadirkan narasumber ,Ki Alfaris Suwondo Saputro, selaku Kasi Umum Yayasan Macapat Among Tani Triwulan Mojokerto.
Dalam edisi yang mengangkat tema klasik penuh filosofi ini, diskusi berfokus pada babak cerita yang dramatis: "Prajurit Surabaya Kasoran Yudha Kalajengaken Raden Endrasena Sowan Dateng Panditaraja Giri Kedhaton" (Prajurit Surabaya Kalah Perang, Dilanjutkan Raden Endrasena Menghadap Panditaraja Giri Kedhaton).
Topik utama membuka ruang perenungan yang luas mengenai dinamika peperangan dalam sastra klasik Jawa. Ki Alfaris Suwondo Saputro memaparkan bagaimana kekalahan prajurit Surabaya di medan yudha bukan sekadar kisah kalah-menang secara fisik, melainkan simbolisasi dari ujian batin, strategi, serta suratan takdir yang harus dijalani oleh para kesatria.
"Kekalahan prajurit Surabaya di garis depan menjadi titik balik yang krusial. Ini mengajarkan kita bahwa dalam perjalanan hidup, rintangan berat dan kegagalan sementara adalah bagian dari proses pendewasaan spiritual maupun ksatria," ungkap Ki Alfaris di hadapan para pendengar setia RRI Pro 4 Surabaya.
Cerita kemudian berlanjut pada langkah strategis sekaligus spiritual yang diambil oleh Raden Endrasena. Selepas gugur atau mundurnya barisan pertahanan Surabaya, ia memilih untuk tidak tinggal diam. Raden Endrasena melakukan perjalanan sowan (menghadap) kepada Panditaraja Giri Kedhaton untuk memohon petunjuk, restu, serta bimbingan kebijaksanaan.
Ki Alfaris menjelaskan bahwa figur Panditaraja Giri Kedhaton merepresentasikan sumber ilmu sejati dan nur illahi. Sowan yang dilakukan Raden Endrasena menyimbolkan pentingnya seorang pemimpin atau ksatria untuk senantiasa berkonsultasi kepada Sang Guru Sejati atau sumber kearifan lokal ketika menghadapi jalan buntu di medan kehidupan.
Melalui program Macapat Pro 4 RRI Surabaya ini, Yayasan Macapat Among Tani Triwulan Mojokerto bersama RRI terus berkomitmen menjaga kelestarian budaya adiluhung. Alunan tembang macapat yang diselingi dengan bedah cerita mendalam ini berhasil memikat audiens, menjembatani nilai-nilai filosofis masa lalu agar tetap relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat modern saat ini.
Siaran ditutup dengan pesan moral agar generasi muda senantiasa mencintai seni tembang macapat, yang di dalamnya tidak hanya tersimpan keindahan seni suara, tetapi juga petuah luhur budi pekerti bangsa Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....