Formappi: Pembenahan Penegakan Hukum Perlu Terus Diperkuat
- 29 Jul 2026 20:18 WIB
- Surabaya
RRI CO.ID, Surabaya - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menilai penguatan penegakan hukum dan pembenahan internal lembaga penegak hukum perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Indonesia.
Pandangan tersebut disampaikan Lucius dalam Dialog Aspirasi RRI Surabaya bertajuk Penegakan Hukum di Indonesia: Menjaga Kepastian dan Keadilan, Rabu 29 Juli 2026. Menurutnya, kepastian hukum dan rasa keadilan menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Lucius mengatakan, berdasarkan pengamatannya terhadap perkembangan sejak Reformasi 1998, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
"Kalau kita melihat perjalanan Reformasi sampai hari ini, saya melihat penegakan hukum berada pada titik yang paling rendah. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum juga terus menurun," ujarnya.
Ia menilai, berbagai institusi penegak hukum perlu terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan mekanisme pengawasan internal agar mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memenuhi rasa keadilan masyarakat.
Selain itu, Lucius menyoroti fenomena viral justice, yakni kecenderungan masyarakat menyampaikan persoalan hukum melalui media sosial agar memperoleh perhatian publik. Menurutnya, muncul pula praktik main hakim sendiri (eigenrichting) di sejumlah kasus yang menjadi tantangan bagi penegakan hukum. Meski demikian, ia menegaskan setiap persoalan tetap harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
"Karena itu, institusi penegak hukum harus terlebih dahulu membenahi persoalan internalnya. Pembenahan itu penting agar mampu menjawab tantangan penegakan hukum saat ini dan secara bertahap mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang profesional, berintegritas, dan memberikan kepastian hukum," katanya.
Sebagai gambaran, indeks Rule of Law yang diterbitkan World Justice Project menunjukkan Indonesia masih memiliki ruang untuk memperkuat sejumlah aspek penegakan hukum, di antaranya efektivitas peradilan pidana, penegakan regulasi, dan pengendalian korupsi.
Lucius berharap pembenahan di seluruh institusi penegak hukum terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu memperkuat kepastian hukum, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan rasa keadilan bagi seluruh warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....