Kenaikan Harga dan Infrastruktur Dikeluhkan Pedagang Pasar Keputih Surabaya

  • 29 Jul 2026 13:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sejumlah bahan pokok pangan mengalami kenaikan harga di Pasar Keputih, Sukolilo, Surabaya. Bahan pokok seperti minyak goreng, daging ayam, maupun cabai rawit, masih terbilang tinggi.

Mia, pedagang sayur mayur menuturkan, harga harga sempat turun saat liburan sekolah lalu. Seminggu mulai masuk sekolah, harga kembali naik, dan lonjakannya bisa mencapai dua kali lipat, seperti mentimun, wortel dan buncis.

"Ini gak naik mbak namanya, ganti harga. Timun biasanya sekilo 5 ribu, sekarang 15 ribu, buncis 18 ribu, biasanya 4 ribu," ujarnya kepada RRI Surabaya, Rabu 29 Juli 2026.

Sementara itu, salah satu pedagang sembako, Masrikhah menuturkan, bahan pokok yang belum stabil adalah minyak goreng. Sedangkan telor, harganya sudah stabil antara 25 sampai 26 ribu per kilogram.

"Sembako naik semua mbak, nek telor naik turun, turunnya seribu dua ribu. Kalau sekarang saya jual 25 mbak, nek larang larang sakno," imbuhnya.

Kenaikan harga sembako dikeluhkan para pedagang dan pembeli, saat ada kunjungan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Selain itu, mereka juga berharap ada perbaikan sarana dan prasarana (sarpras).

"Ini dulu sangat bagus sekali sebelum dikelola oleh PD Pasar, nah ini harus kita kembalikan lagi sehingga pasar ini menjadi pasar favorit bagi masyarakat," ujarnya.

Bambang Haryo juga meninjau sejumlah infrastruktur pasar, khususnya toilet dan ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Diakuinya, perbaikan infrastruktur diperlukan dukungan semua pihak.

"Untuk infrastruktur, hancur semua. Jadi ini tidak bisa mungkin PD yang menyelesaikan semua, pasti harus minta bantuan dukungan daripada pemerintah kota," terangnya.

Kapoksi Komisi VII DPR RI ini, bahkan memberikan bantuan berupa 3 unit APAR, serta revitalisasi toilet. Ia berharap, pasar ini kembali menjadi jujugan favorit masyarakat, khususnya para pembeli kalangan ibu ibu.

"Yang kita harapkan dengan pembenahan cepat, kita harapkan ibu-ibu yang ada di wilayah ini senang berbelanja di sini. Jadi tidak berbelanja di pinggir jalan karena membahayakan juga terhadap keselamatan dari pada masyarakat," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....