Penyaluran TKD di Jatim Capai Rp34,77 Triliun, Dana Desa Tertinggi

  • 28 Jul 2026 09:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kinerja penyaluran Transfer ke Daerah atau TKD di Jawa Timur hingga 30 Juni 2026 menunjukkan tren yang positif. Realisasinya mencapai Rp34,77 triliun atau 54,27 persen dari total pagu sebesar Rp64,07 triliun.

Persentase ini menjadi yang tertinggi dibandingkan periode yang sama dalam empat tahun terakhir. Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Wahidin, menjelaskan peningkatan tersebut mencerminkan percepatan penyaluran dana pemerintah kepada daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

"Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, capaian tahun 2026 memang lebih baik."" kata Wahidin, Senin, 27 Juli 2026.

Pada 2023 realisasi TKD baru mencapai 45,37 persen, meningkat menjadi 50,17 persen pada 2024, kemudian 49,94 persen pada 2025, dan kini naik menjadi 54,27 persen pada semester pertama 2026.

Dilihat berdasarkan jenis penyaluran, Dana Desa mencatat realisasi tertinggi yakni 77,54 persen atau Rp2,04 triliun. Disusul Dana Alokasi Umum atau DAU sebesar 56,90 persen senilai Rp21,87 triliun, Dana Alokasi Khusus atau DAK Non Fisik sebesar 51,72 persen senilai Rp8,88 triliun, Dana Bagi Hasil atau DBH sebesar 38,41 persen senilai Rp2,22 triliun, serta DAK Fisik sebesar 9,88 persen atau Rp61,89 miliar.

Untuk DAU, pemerintah memprioritaskan penyaluran melalui skema DAU Specific Grant, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan umum. Sementara Dana Bagi Hasil di Jawa Timur didominasi penerimaan dari Pajak Penghasilan dan Cukai Hasil Tembakau yang dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, serta pemenuhan belanja wajib di bidang pendidikan dan kesehatan.

Pada DAK Fisik, anggaran difokuskan untuk pembangunan jalan, irigasi, air minum, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. Sedangkan DAK Non Fisik terbesar disalurkan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan, Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD, serta tunjangan ASN daerah, termasuk tunjangan profesi guru.

"Adapun Dana Desa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan, percepatan penurunan stunting, dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Desa. Sejumlah daerah bahkan telah menyalurkan lebih dari 80 persen alokasi Dana Desa, di antaranya Kabupaten Kediri, Malang, Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Kota Batu." ujarnya.

Pemirsa, penyaluran TKD tersebut juga berdampak langsung terhadap pelayanan publik. Hingga akhir Juni 2026, dana ini telah mendukung penyaluran Bantuan Operasional Sekolah kepada 5.031.638 siswa, Bantuan Operasional PAUD kepada 1.128.392 peserta didik, Program Kesetaraan bagi 88.732 siswa, serta pembayaran tunjangan kepada 1.160.436 guru di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....