Hari Mangrove Sedunia, Aktivis Lingkungan Ajak Masyarakat Lestarikan Mangrove

  • 25 Jul 2026 15:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, Aktivis Lingkungan sekaligus Koordinator Komunitas Nol Sampah Surabaya Wawan Some mendorong seluruh pihak terkait untuk menjaga dan melestarikan keberadaan mangrove. Sesuai dengan tema peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini yakni “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”.

Wawan saat di hubungi RRI Sabtu, 25 Juli 2026 menilai peringatan pada tahun ini berfokus pada perlindungan garis pantai, pengurangan dampak perubahan iklim, dan kolaborasi aksi nyata. “Salah satu fungsi mangrove yang paling penting yaitu mencegah abrasi, mencegah interusi air laut, bahkan dia mampu meredam gelombang bencana dari tsunami sampai 60%,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya keberadaan mangrove juga sangat penting bagi ekosistem di perairan lainnya, karena sebagian nutrien atau zat makanan yang di butuhkan mahluk hidup di perairan berasa dari mangrove. “Karena sebagian besar dari nutrien bagi laut atau perairan pesisir itu berasal dari mangrove,” ucapnya.

Terlebih, ia menjelaskan bahwa hutan mangrove mampu menghasilkan oksigen lima sampai tujuh kali lipat lebih banyak jika di bandingkan dengan jenis hutan lainnya. “Bila dibandingkan dengan hutan-hutan lain, termasuk hutan di dataran tinggi, nyatanya mangrove mampu menghasilkan oksigen 5-7 kali lebih besar dari hutan-hutan tersebut,” ucapnya.

Sosialisasi dan edukasi terhadap pentingnya keberadaan mangrove juga perlu di lakukan sejak dini, agar anak sebagai generasi penerus mampu memperlakukan alam khususnya mangrove secara bijak kedepannya. “Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk melindungi mangrove dan seharusnya sejak dini itu diperkenalkan ke anak-anak, karena mangrove memiliki fungsi ekologis yang tidak bisa diperhatikan oleh apapun,” ucapnya.

Oleh karena itu kata Wawan, tindakan nyata pelestarian mangrove harus terus di lakukan khususnya oleh pemerintah agar ekosistem alam di pesisir Kota Pahlawan dapat terus lestari dan mencegah terjadinya abrasi dan interupsi air laut. Selain itu juga untuk mencegah dampak masif jika terjadi tsunami.

Saat ini, Kota Surabaya memiliki tiga kawasan hutan mangrove yakni Kebun Raya Mangrove (KRM) Wonorejo, Medokan Sawah dan Gunung Anyar. Ketiga KRM tersebut saat ini di kelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Mangrove Surabaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....