Kemenkes Nyatakan Sidoarjo Layak STBM Lima Pilar

  • 24 Jul 2026 12:16 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo dinyatakan layak menyandang status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar setelah lolos verifikasi lapangan Kementerian Kesehatan. Keberhasilan tersebut menempatkan Sidoarjo sebagai kabupaten kelima di Jawa Timur yang memenuhi seluruh indikator STBM 5 Pilar, dengan kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor utama pencapaian tersebut.

‎Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kementerian Kesehatan, drg. Sulvy Dwi Anggraini, mengatakan keberhasilan itu bukan semata hasil program pemerintah, melainkan buah dari komitmen kolektif masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor telah mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

‎"Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa," ujar Sulvy dalam keterangan yang diterima Jumat 24 Juli 2026.

‎Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh kepala keluarga di Sidoarjo telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan (100 persen). Selain itu, 97 persen keluarga telah membiasakan cuci tangan pakai sabun, 89 persen mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman, 83 persen mengelola sampah rumah tangga dengan baik, serta 72 persen melakukan pengamanan limbah cair rumah tangga.

Capaian tersebut memenuhi lima indikator utama STBM yang menjadi syarat penilaian Kementerian Kesehatan.

‎Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, predikat tersebut harus menjadi pemacu untuk menjaga budaya hidup bersih, bukan sekadar mengejar penghargaan. Ia meminta seluruh camat, kepala desa, hingga jajaran puskesmas terus mengawal penerapan STBM agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

‎"Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan. Ikhtiar ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sehat dan sejahtera," kata Subandi.

‎Ia menambahkan, sebagai daerah urban dengan kepadatan penduduk yang tinggi, tantangan sanitasi di Sidoarjo membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan.

‎"Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi bagaimana kolaborasi ini terus dijaga agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....