Sopir Angkot Geruduk Dishub Jatim Minta Halte Medaeng Tidak Digunakan Trans Jatim
- 22 Jul 2026 14:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ratusan massa tergabung dalam Serikat Sopir Indonesia (SSI) melakukan aksi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Rabu 22 Juli 2026. Aksi ini dilakukan bentuk kekecewaan kekecewaan terhadap keberadaan Halte Bus Medaeng sebagai tempat transit Bus Trans Jatim koridor 1, Koridor 2 dan koridor 5.
Dalam aksi ini, peserta aksi membawa masing-masing kendaraan angkutan yang diparkir di depan Kantor Dishub Jatim. Melalui mobil komando, mereka menyuarakan kekecewaannya karena transit Bus Trans Jatim mematikan sumber pendapatan sopir angkot.
"Dengan adanya titik tersebut, teman-teman di jalur tersebut sangat dirugikan karena awalnya tidak dijadikan transit, ini teman-teman ada peluang untuk mencari penumpang di situ. Tapi dengan adanya Trans Jatim itu transit di sana, penumpang secara otomatis lari ke Trans Jatim semua," kata Ketua DPD SSI Jatim, Siswoyo.
Akibat dari itu, Siswoyo mengaku, banyak sopir melintas jalur tersebut terdampak berkurangnya pendapatan. "Yang hilang hampir 70 persen. Bayangkan saja penghasilan biasa Rp70, ribu sekarang bisa Rp10 ribu - Rp20 ribu. Dari mana teman-teman bisa hidup kalau dibiarkan seperti itu," ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan tidak menolak atau menuntut menutup halte, namun menolak dijadikan transit Bus Trans Jatim. Pihaknya menilai halte tersebut masih diperlukan bagi sopir angkot untuk mengangkut penumpang.
Menyambut aksi ini, Dishub Jatim melakukan audiensi dengan menerima perwakilan dari massa aksi. Dari audiensi ini Dishub Jatim ingin membicarakan solusi bersama untuk mengatasi masalah dikeluhkan oleh sopir angkot.
Citto Eko Yuli selaku Kasi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim mengatakan, pihaknya belum bisa memenuhi tuntutan massa aksi karena harus berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Namun, pihaknya akan mengumpulkan perwakilan sopir angkot dengan stakeholder terkait untuk mencari solusi dalam waktu dekat ini.
"Hari Rabu akan ada rapat lanjutan lagi, tetapi lengkap ini. Kami tetap mengundang SSI selaku yang meminta untuk tidak dioperasionalkan, terus yang kedua Transport for Surabaya yang meminta untuk halte tersebut dipertahankan, Dishub Sidoarjo karena itu adalah kewenangan jalannya adalah wilayahnya di Sidoarjo. Harapannya hari Rabu besok ada win-win solution, bukan hanya menolak saja tetapi ada solusi yang lain," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....