Perkuat Pasokan Susu Nasional Nestlé Lakukan Modernisasi Peternakan di Jatim

  • 21 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • PT Nestlé Indonesia menerapkan sistem kandang semi tertutup (closed-barn) bersama KUD Dadi Jaya Purwodadi di Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar.
  • Perusahaan menyerahkan 90 ekor sapi perah impor kepada tiga koperasi peternak di Jawa Timur, yaitu KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon, dan KUD Sumber Makmur Ngantang.
  • Program modernisasi peternakan ini ditujukan untuk memperkuat daya saing sektor persusuan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah rakyat.
  • Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi komitmen Nestlé Indonesia yang dinilai konsisten mendukung pengembangan sektor persusuan nasional.

RRI.CO.ID, Pasuruan – PT Nestlé Indonesia memperkuat pasokan susu segar nasional melalui penerapan sistem kandang semi tertutup (closed-barn) serta penyerahan 90 ekor sapi perah impor kepada tiga koperasi peternak di Jawa Timur. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas susu segar, sekaligus memperkuat daya saing sektor persusuan nasional.

Implementasi closed-barn dilakukan bersama KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Sementara 90 ekor sapi perah impor diserahkan kepada KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon, Kabupaten Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang. Program ini menjadi bagian dari modernisasi peternakan yang selama ini dijalankan perusahaan bersama koperasi dan peternak sapi perah rakyat.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi komitmen Nestlé Indonesia yang dinilai konsisten mendukung pengembangan sektor persusuan nasional. Menurutnya, kemitraan yang dibangun perusahaan dengan peternak menjadi contoh kolaborasi yang perlu terus diperkuat.

"Kami mengapresiasi komitmen PT Nestlé Indonesia yang selama puluhan tahun tidak hanya berkontribusi dalam menyediakan produk berkualitas bagi konsumen Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan peternak sapi perah. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus mendorong peningkatan produktivitas, kualitas susu segar dalam negeri, serta kesejahteraan peternak, sehingga mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional," ujar Hanif di Pasuruan, Selasa, 21 Juli 2026.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (kanan depan) saat meninjau sapi perah pada penerapan sistem kandang semi tertutup (closed-barn) di Pasuruan (Foto: Humas Nestlé)

Bupati Pasuruan, Mochamad Rusdi Sutejo, mengatakan sektor persusuan memiliki peran penting, baik dalam pemenuhan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi peternak. Menurutnya, penerapan teknologi closed-barn menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.

"Susu merupakan salah satu komoditas penting yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian peternak lokal. Di tengah tantangan keterbatasan lahan, Nestlé Indonesia juga menginisiasi penerapan sistem closed-barn untuk membantu meningkatkan produktivitas, kualitas susu, serta kesejahteraan peternak," katanya.

Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, mengatakan perusahaan telah bermitra dengan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur selama lebih dari 50 tahun. Saat ini Nestlé bekerja sama dengan 28 koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak di Jawa Timur melalui berbagai program peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga penerapan teknologi peternakan.

"Hari ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan Closed-Barn dan penyerahan sapi perah impor. Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung modernisasi peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia di masa depan," ujar Fajar.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara (paling kiri) dan Bupati Pasuruan, Mochamad Rusdi Sutejo (kanan) saat berada di KUD Dadi Jaya, Pasuruan (Foto: RRI/Abdul Wahab)

Dijelaskan Fajar, Nestlé mencatat penerapan sistem closed-barn telah dimulai sejak 2023 dan kini telah diterapkan pada lebih dari 50 kandang di enam daerah di Jawa Timur, yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo, Ponorogo, Jombang, dan Blitar. Berdasarkan evaluasi di lapangan, sistem tersebut mampu meningkatkan produktivitas susu lebih dari 20 persen.

Sustainable Agri Advisor Nestlé Indonesia, Syahrudi, menjelaskan closed-barn dirancang untuk menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman melalui pengaturan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara sehingga mampu mengurangi heat stress pada sapi perah. "Dengan dukungan cooling pad dan exhaust fan, sistem ini membantu mengurangi heat stress serta menjaga kualitas udara di dalam kandang sehingga sapi memiliki pola makan, konsumsi air, dan waktu istirahat yang lebih baik. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ternak, performa reproduksi, serta produktivitas susu," ujanya.

Selain membangun kandang modern, Nestlé Indonesia juga menyerahkan 90 ekor sapi perah impor serta imported straw atau semen beku sapi Friesian Holstein unggul untuk mendukung program inseminasi buatan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus memperkuat populasi sapi perah nasional.

Ketua KUD Dadi Jaya Purwodadi, Nurianto, mengatakan pendampingan yang dilakukan Nestlé Indonesia telah membantu peternak memahami praktik budidaya yang lebih modern. Menurutnya, penerapan closed-barn maupun penambahan sapi perah unggul memberikan peluang bagi peternak untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha.

"Melalui pendampingan yang dilakukan Nestlé Indonesia, kami menjadi lebih memahami praktik peternakan dan akses teknologi yang lebih modern. Penerapan Closed-Barn membantu menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman sehingga kesehatan sapi terjaga dan produktivitas susu meningkat. Penyerahan sapi perah impor juga menjadi peluang bagi kami untuk meningkatkan kualitas genetik ternak dan memperkuat usaha peternakan rakyat ke depan," ujar Nurianto.

Saat ini Nestlé Indonesia menyerap susu segar dari peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur dengan nilai lebih dari 60 juta dolar Amerika Serikat per tahun. Perusahaan juga menjalankan program pertanian regeneratif melalui pembangunan sekitar 8.700 biodigester, 2.000 unit pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik, serta penanaman lebih dari 200 ribu pohon legum untuk mendukung keberlanjutan sektor persusuan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....