BPJS Kesehatan Surabaya Kejar Aktivasi 400 Ribu Peserta Nonaktif

  • 21 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - BPJS Kesehatan Cabang Surabaya mencatat cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Surabaya telah mencapai lebih dari 2,9 juta peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar 83,5 persen atau kurang lebih 2,5 juta peserta berstatus aktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, Selasa 21 Juli 2026 mengatakan masih terdapat sekitar 400 ribu peserta JKN yang kepesertaannya berstatus nonaktif. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kembali jumlah peserta aktif di Surabaya.

"Kalau di Kota Surabaya sendiri, jumlah peserta sampai saat ini lebih dari 2,9 juta peserta, namun yang aktif itu ada di angka 83,5 persen atau kurang lebih 2,5 juta. Ini menjadi tantangan kita untuk mengaktifkan kembali sekitar 400 ribu peserta yang saat ini kepesertaannya menjadi nonaktif," ujar Aras.

Aras menjelaskan penyebab kepesertaan nonaktif cukup beragam. Salah satunya berasal dari peserta mandiri yang tidak membayar iuran secara rutin sehingga status kepesertaannya menjadi nonaktif.

Selain peserta mandiri, terdapat pula peserta yang sebelumnya terdaftar sebagai Pekerja Penerima Upah (PPU). Mereka menjadi nonaktif setelah mengundurkan diri dari perusahaan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kemudian ada juga peserta-peserta yang sebelumnya menjadi peserta PPU, yang misalnya sudah resign dari badan usahanya, atau adanya PHK," imbuh Aras.

Menurut Aras, ada juga peserta yang sebelumnya menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun peserta yang iurannya ditanggung pemerintah daerah. Namun, status kepesertaan mereka dinonaktifkan karena tidak lagi memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Khususnya yang dibiayai oleh PBI Jaminan Kesehatan, itu karena tidak masuk lagi dalam kriteria desil yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu berada di antara desil 1 sampai desil 5," kata Aras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....