Harga Daging Naik, Pedagang Pasar Krian Ancam Mogok Berjualan

  • 16 Jul 2026 14:48 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Lonjakan harga daging sapi dalam beberapa pekan terakhir mulai memukul pedagang di Pasar Krian, Kabupaten Sidoarjo. Harga yang terus naik hingga tiga kali dalam sebulan membuat daya beli masyarakat merosot, sementara omzet pedagang ikut tergerus. Kondisi tersebut memicu rencana aksi mogok berjualan yang akan dilakukan sebagian pedagang.

‎Salah seorang pedagang daging di Pasar Krian, Latifah (60), mengatakan kenaikan harga yang terus berulang membuat pembeli mengurangi belanja. Akibatnya, jumlah pelanggan yang datang ke lapaknya turun hingga sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal.

‎"Daging sudah dalam satu bulan ini naik tiga kali. Pembeli menurun sampai 50 persen," kata Latifah, Kamis 16 Juli 2026.

‎Menurut Latifah, sebelum harga melonjak, lapaknya bisa melayani ratusan pembeli setiap hari. Kini jumlah pelanggan jauh berkurang karena masyarakat memilih mengurangi konsumsi daging atau membeli dalam jumlah lebih sedikit.

‎Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi secara bertahap. Pada awalnya harga naik Rp5.000 per kilogram, kemudian kembali naik Rp10.000 per kilogram, dan terakhir bertambah Rp8.000 per kilogram. Akumulasi kenaikan tersebut membuat harga daging sapi kualitas terbaik kini mencapai Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram.

‎"Sekarang saya jual daging yang bagus antara Rp120 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram," ujarnya.

‎Tingginya harga dari pemasok mendorong sebagian pedagang berencana menghentikan aktivitas jual beli sebagai bentuk protes. Namun, tidak semua pedagang akan mengikuti aksi tersebut karena masih memiliki stok daging yang harus segera dijual agar tidak merugi.

‎"Besok memang ada sebagian pedagang yang mogok. Tapi ada juga yang tetap jualan karena stok daging di kulkas masih ada. Kalau tidak dijual sayang," tutur Latifah.

‎Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran. Mereka menilai harga yang kembali terkendali akan membantu memulihkan daya beli masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....