MOOT SD Muhammadiyah 7 Surabaya Perkuat Sinergi Sekolah Orang Tua

  • 11 Jul 2026 20:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- SD Muhammadiyah 7 Surabaya menggelar kegiatan Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) bagi wali murid kelas 1 hingga kelas 6 pada Sabtu (11/7/2026) di Hall Inacer Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyambutan Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif, M.Pd., memaparkan gambaran umum program Sekolah Inovatif untuk tahun ajaran 2026/2027. Ia menjelaskan sekolah terus mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, karakter, serta kompetensi peserta didik melalui pendekatan inovatif.

Menurut Ari sapaan akrabnya, terdapat empat pilar utama yang menjadi fokus pengembangan Sekolah Inovatif, yakni inovasi proses, inovasi media, inovasi teknologi, dan inovasi pelayanan. Keempat pilar tersebut diharapkan mampu menciptakan proses belajar mengajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Empat pilar inovasi ini kami hadirkan agar seluruh proses pembelajaran semakin berkualitas. Harapannya, guru dan peserta didik mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dengan baik, memiliki keterampilan, karakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain pemaparan program sekolah, kegiatan MOOT juga menghadirkan konsultan anak dan keluarga, Dra. Harni Rajab, yang memberikan edukasi parenting kepada para wali murid. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan anak yang bertakwa, berilmu, dan berprestasi melalui pola pengasuhan yang tepat.

Harni menegaskan bahwa mendidik anak memerlukan keluwesan serta kemampuan orang tua memahami kondisi psikologis anak. Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, anak akan tumbuh memiliki kesadaran untuk belajar serta menjalankan tanggung jawabnya secara mandiri tanpa tekanan yang berlebihan.

“Orang tua harus hadir di masa emas pertumbuhan anak. Walaupun bekerja, ketika berada di rumah ayah dan ibu tetap kembali pada peran utamanya sebagai orang tua. Kehadiran sederhana, seperti mengantar anak hingga naik bus saat kegiatan sekolah, akan membuat anak merasakan hangatnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya,” ungkapnya.

Harni juga mengingatkan bahwa tantangan parenting masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak keluarga. Ia berharap para orang tua mendidik anak dengan hati, memperkuat pendidikan agama sejak dini, serta tidak ragu menyampaikan ungkapan kasih sayang kepada anak, termasuk saat mereka telah tertidur. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membisikkan kalimat, “Maafkan Ayah Bunda, kami sayang padamu,” dapat menjadi bentuk cinta yang membangun kedekatan emosional sekaligus menjadi amal jariyah bagi orang tua

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....