Lumpur Lapindo Kembali Rembes Keluar Tanggul, Warga Mulai Cemas

  • 11 Jul 2026 19:48 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Lumpur Lapindo mulai merembes ke luar tanggul penahan di titik 10-D, Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rembesan air bercampur lumpur itu muncul di sisi tanggul yang berada tak jauh dari Jalan Raya Porong serta jalur rel kereta api.

‎Fenomena tersebut menarik perhatian warga karena disebut baru pertama kali terjadi lagi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan keterangan warga sekitar, rembesan mulai terlihat sejak Jumat pagi dan terus mengalir dari sisi tanggul.

‎Warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Niko Febrian, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Rumahnya yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari tanggul membuatnya cemas jika rembesan semakin meluas.

‎"Kami tentu khawatir karena rumah kami dekat dengan tanggul. Selama ini kondisinya relatif aman, tetapi sekarang muncul rembesan lagi. Kami berharap segera ditangani agar tidak semakin parah dan tidak membahayakan warga maupun pengguna jalan," ujar Niko, Sabtu 11 Juli 2026.

‎Sementara itu, Petugas Pelaksana Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), Fahmi Zamroni, menjelaskan rembesan terjadi akibat adanya penurunan muka tanah di sekitar titik 10-D sehingga air lumpur keluar melalui celah di kaki tanggul.

‎"Rembesan ini dipicu adanya penurunan muka tanah di area tanggul. Selain itu, kondisi semakin berpengaruh karena volume pembuangan lumpur ke Sungai Porong berkurang sebagai dampak efisiensi anggaran pemerintah," kata Fahmi.

‎Untuk mengatasi kondisi tersebut, PPLS telah mengerahkan empat unit alat berat di lokasi. Alat berat digunakan untuk mengalihkan lumpur ke area lain sekaligus memperkuat penanganan agar rembesan tidak semakin meluas.

‎Fahmi memastikan petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan secara intensif mengingat lokasi rembesan berada di dekat jalan nasional dan jalur rel kereta api yang menjadi akses transportasi vital di kawasan Porong.

‎Ia berharap langkah cepat tersebut mampu menjaga stabilitas tanggul serta mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....