Kelompok Wanita Tani Berkarya, Olah Hasil Panen Jadi Produk Bernilai Tambah

  • 09 Jul 2026 20:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkarya di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui inovasi pengolahan hasil pertanian lokal menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Berangkat dari melimpahnya hasil panen petani di desa, Siti Zubaidah PPL BPP Maduran sekaligus Pengusaha Bakery, memanfaatkan komoditas pertanian yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk segar menjadi produk olahan dengan nilai tambah. Berbagai produk yang dihasilkan antara lain dodol berbahan dasar tomat, keripik cabai, tepung Modified Cassava Flour (MOCAF) yang diolah dari singkong, hingga keripik berbahan gedebog atau batang pisang.

"Kami sengaja mengolah hasil panen dari ladang para petani karena kala itu harga tomat anjlok, yaitu Rp. 2000, sehingga kami berpikir kalau teman-teman petani berada di kondisi seperti ini, tidak akan maju. Hingga akhirnya saya dan temna-teman kelompok tani berinisiatif mengolah tomat tersebut untuk kemudian di jadikan buah tangan yang bisa dikonsumsi dengan rentang waktu yang lama dan terpilihlah produk dodol tomat yang sudah melalui banyak proses hingga layak jual,"ujarnya saat diwawancarai RRI, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurut Siti Zubaidah, inovasi tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai jual hasil pertanian sekaligus mengurangi potensi kerugian petani saat terjadi kelebihan produksi atau harga komoditas turun di pasaran.

Pengolahan hasil panen juga membuka peluang usaha baru bagi anggota kelompok, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga tanpa harus bergantung pada penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah.

Selain mengembangkan produk pangan olahan, KWT Berkarya juga menjalankan program pertanian ramah lingkungan melalui pembuatan pupuk organik cair (POC). Pupuk tersebut dimanfaatkan sebagai vitamin bagi tanaman buah dan sayuran yang dibudidayakan masyarakat.

Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus mendorong penerapan budidaya pertanian yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Tidak hanya fokus pada sektor pangan, KWT Berkarya juga mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui kegiatan pemilahan sampah, warga diajak memisahkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk kemudian disetorkan ke bank sampah.

"Hasil penjualan sampah tersebut menjadi tambahan pemasukan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir," ujarnya.

Berbagai program yang dijalankan KWT Berkarya menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pelestarian lingkungan. Melalui pemanfaatan potensi lokal dan semangat gotong royong, kelompok ini berhasil mengubah hasil panen dan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....