Viral Life Hack Campur BBM: Ini Faktanya
- 08 Jul 2026 06:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Klaim mencampurkan tiga liter Pertalite dengan satu liter Pertamax Turbo agar kendaraan lebih hemat bahan bakar tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Berbagai unggahan menyebut racikan tersebut dapat menghasilkan konsumsi BBM yang lebih irit. Namun, benarkah cara tersebut terbukti secara ilmiah?
Melansir informasi PT Pertamina Patra Niaga, setiap bahan bakar minyak (BBM) memiliki spesifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mesin kendaraan. Salah satu indikatornya adalah Research Octane Number (RON) atau angka oktan yang menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan gejala knocking atau pembakaran dini di dalam mesin.
"Pemilihan BBM yang tepat sesuai rekomendasi pabrikan akan membantu menghasilkan performa mesin yang optimal," tulis PT Pertamina Patra Niaga dalam informasi yang dipublikasikan melalui laman resminya.
Selain memiliki angka RON yang berbeda, setiap produk BBM juga menggunakan formulasi base fuel dan aditif yang berbeda. Aditif tersebut berfungsi menjaga kebersihan ruang bakar, membantu proses pembakaran, serta melindungi sistem bahan bakar kendaraan. Karena itu, kualitas suatu BBM tidak hanya ditentukan oleh angka oktan, tetapi juga komposisi aditif yang dikembangkan oleh produsennya.
Sementara itu, melansir penjelasan ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipublikasikan kepada publik, pencampuran dua jenis bensin tidak dapat dinilai hanya berdasarkan perhitungan rata-rata angka RON. BRIN menjelaskan, setiap produk BBM memiliki formulasi base fuel dan aditif yang berbeda sehingga karakteristik hasil pencampuran perlu dibuktikan melalui pengujian laboratorium menggunakan mesin Cooperative Fuel Research (CFR).
BRIN juga menjelaskan bahwa hingga kini belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan pencampuran Pertalite dan Pertamax Turbo dapat dipastikan membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat pada semua kendaraan. Efisiensi penggunaan BBM dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari spesifikasi mesin, rasio kompresi, kondisi kendaraan, tekanan ban, beban kendaraan, hingga gaya berkendara. Karena itu, klaim life hack tersebut belum dapat digeneralisasi tanpa didukung hasil pengujian ilmiah.
Menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan tetap menjadi pilihan yang lebih tepat. Selain membantu menjaga performa mesin, langkah tersebut juga mendukung proses pembakaran yang optimal dan menjaga keandalan mesin dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....