DPRD Surabaya Kawal Penyediaan Jaringan PDAM untuk Warga Gebang Lor
- 04 Jul 2026 17:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Harapan warga Gebang Lor untuk mendapatkan layanan air bersih mulai menemukan titik terang setelah aspirasi mereka ditindaklanjuti DPRD Surabaya. Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, mengajak tim Perumda Air Minum Surya Sembada turun langsung ke lokasi guna meninjau kesiapan pengembangan jaringan pipa menuju permukiman yang belum terlayani.
“Kami menerima keluhan warga saat reses dan hari ini kami tindak lanjuti dengan turun langsung bersama PDAM untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Kami ingin ada solusi yang bisa segera direalisasikan agar warga mendapatkan akses air bersih yang lebih baik. Pemerintah Kota Surabaya juga telah mencanangkan agar setiap rumah dapat teraliri air PDAM,” kata Anas Karno.
Peninjauan lapangan dilakukan setelah Anas berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Achmad Prihadi. Dalam survei tersebut, tim melakukan pengukuran jarak, pemetaan jalur pipa, serta kajian teknis sebagai dasar penyusunan rencana pengembangan jaringan.
“PDAM sudah melakukan pengukuran dan kajian teknis. Kami akan mengawal proses ini agar aspirasi warga tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Saat ini masih terdapat sekitar 10 rumah di kawasan Gebang Lor yang belum dapat menikmati layanan PDAM karena jaringan pipa utama belum menjangkau wilayah tersebut. Akibatnya, warga masih bergantung pada air sumur yang kualitasnya tidak selalu stabil.
“Harapannya ya bisa menikmati air bersih seperti warga lainnya. Selama ini kami menggunakan air sumur, tetapi kualitasnya kadang kurang maksimal. Warga berharap ada solusi agar bisa mendapatkan air bersih yang lebih baik,” ujar Winarsih.
Menurut Ketua RT 01 Gebang Lor tersebut, jarak jaringan pipa utama menuju permukiman warga diperkirakan mencapai sekitar 200 meter. Kondisi itu membuat biaya pembangunan jaringan baru menjadi cukup besar.
“Dengan kondisi itu, untuk pemasangan jaringan akses air PDAM biayanya menjadi cukup mahal,” katanya.
Selain mengandalkan air sumur, warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan ketika kualitas air memburuk. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka membeli air dari pedagang keliling yang menggunakan gerobak.
“Kalau air sumurnya keruh warga membeli air gerobakan untuk mandi. Kalau untuk memasak warga biasanya membeli air dari penjual yang keliling menggunakan gerobak. Ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin mahal," katanya.
Hasil survei yang dilakukan PDAM nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan teknis, termasuk kemungkinan pembangunan pipa tersier beserta estimasi anggaran. Warga berharap proses tersebut segera berlanjut hingga mereka bisa menikmati layanan air bersih PDAM secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....