Mengapa Orang Sering Main HP saat Diajak Ngobrol?

  • 03 Jul 2026 12:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kebiasaan memainkan telepon genggam saat sedang berbincang dengan orang lain sering kali menimbulkan rasa kesal bagi lawan bicara. Tidak sedikit orang yang menganggap perilaku tersebut sebagai bentuk kurangnya perhatian atau penghargaan terhadap percakapan yang sedang berlangsung.

Di era digital, ponsel telah menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari berkomunikasi, bekerja, mencari informasi, hingga mengakses hiburan, semuanya dapat dilakukan melalui satu perangkat. Kondisi ini membuat sebagian orang terbiasa memeriksa ponselnya secara berulang, bahkan saat sedang berbicara dengan orang lain.

Berdasarkan laporan Pew Research Center mengenai penggunaan teknologi digital, ponsel telah menjadi bagian penting dalam aktivitas harian masyarakat. Lembaga tersebut mencatat bahwa banyak orang merasa perlu terus terhubung dengan informasi dan komunikasi digital sepanjang waktu.

"Teknologi seluler telah menjadi bagian utama dari kehidupan sehari-hari banyak orang Amerika," demikian laporan Pew Research Center mengenai penggunaan teknologi digital.

Selain kebiasaan untuk selalu terhubung, para ahli juga mengaitkan perilaku tersebut dengan fenomena kecemasan karena takut tertinggal informasi, kabar, atau aktivitas yang sedang berlangsung di dunia digital. Perasaan ini mendorong seseorang untuk terus memeriksa notifikasi yang masuk, meski sedang berada dalam percakapan tatap muka.

Di sisi lain, artikel yang dimuat Harvard Business Review mengulas hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kehadiran ponsel dapat memengaruhi kualitas interaksi sosial. Bahkan, perhatian seseorang dapat terpecah hanya karena adanya perangkat tersebut di dekatnya.

"Kehadiran sebuah telepon seluler saja dapat mengganggu hubungan antarmanusia," demikian hasil penelitian yang dikutip dalam artikel Harvard Business Review.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas percakapan dan rasa kedekatan dapat menurun ketika perhatian seseorang terbagi antara lawan bicara dan layar ponsel. Akibatnya, komunikasi menjadi kurang efektif dan pesan yang disampaikan berpotensi tidak diterima secara utuh.

Karena itu, para pakar komunikasi menyarankan agar penggunaan ponsel dibatasi saat sedang berinteraksi secara langsung. Memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara dinilai sebagai salah satu bentuk penghargaan sederhana yang dapat membantu menjaga kualitas hubungan sosial di tengah derasnya arus informasi digital.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, menjaga etika dalam berkomunikasi tetap menjadi hal penting. Menyimpan ponsel sejenak saat berbicara dengan orang lain bisa menjadi langkah sederhana untuk menunjukkan rasa hormat sekaligus membangun hubungan yang lebih hangat dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....