BPBD Bersama BNPB Rintis Program UMKM Jatim Tangguh Bencana
- 02 Jul 2026 18:09 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merintis program UMKM Tangguh Bencana. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Kajian UMKM Tangguh di Ruang Siaga Kantor BPBD Jatim.
Kegiatan ini melibatkan Program SIAP SIAGA, perangkat daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku usaha. Seluruh peserta berdiskusi untuk memperkuat kesiapsiagaan sektor UMKM dalam menghadapi ancaman bencana.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo mengikuti kegiatan secara daring. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, Koordinator Program SIAP SIAGA Jawa Timur Mambaus Su'ud, dan perwakilan UMKM hadir secara langsung.
Forum tersebut menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi penguatan UMKM. Strategi itu difokuskan agar pelaku usaha mampu bertahan, beradaptasi, dan pulih lebih cepat setelah terdampak bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, Kamis 2 Juli 2026 mengatakan pembangunan ketangguhan tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi. Menurutnya, upaya tersebut juga harus memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.
"Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi, mulai dari penguatan mitigasi risiko, diversifikasi usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pemasaran bagi pelaku UMKM," ujar Gatot. Ia menegaskan kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif. Rekomendasi tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan rawan bencana.
Berdasarkan identifikasi awal, dampak bencana terhadap UMKM terbagi menjadi dua kategori, yakni dampak langsung dan dampak tidak langsung. Dampak langsung meliputi kerusakan aset, kerusakan infrastruktur, serta terganggunya operasional usaha.
Sementara itu, dampak tidak langsung mencakup terputusnya rantai pasok, hilangnya pendapatan, persoalan keuangan, hingga dampak psikologis. Melalui program ini, BPBD Jawa Timur bersama BNPB berharap UMKM menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....