Dahsyatnya Doa Ibu Sepanjang Masa

  • 02 Jul 2026 00:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Dalam kajian Cahaya Pagi Pro4 RRI Surabaya, Ustazah Lutfiya Purwantiningtias, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jambangan Kota Surabaya, mengajak generasi muda untuk memuliakan sosok ibu melalui tema “Doa Ibu Sepanjang Masa”. Materi tersebut mengingatkan bahwa doa seorang ibu merupakan salah satu kekuatan terbesar yang mengiringi perjalanan hidup seorang anak.

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa ibu memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Sejak mengandung, melahirkan, menyusui, merawat hingga mendidik, seorang ibu menjalani berbagai pengorbanan yang tidak dapat diukur dengan materi maupun dibalas sepenuhnya oleh seorang anak.

Ia juga menguraikan lima simbol pengorbanan seorang ibu, yakni air ketuban, air darah, air susu, air keringat, dan air mata. Kelima hal tersebut menjadi gambaran nyata kasih sayang tanpa batas yang diberikan seorang ibu demi tumbuh kembang dan masa depan anak-anaknya.

Menurutnya, kemuliaan seorang ibu juga ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat 14 yang memerintahkan setiap manusia untuk berbakti kepada kedua orang tua, khususnya mengingat beratnya perjuangan seorang ibu selama masa kehamilan hingga membesarkan anak. “Doa seorang ibu adalah doa yang sangat mustajab. Ketulusannya lahir dari kasih sayang yang tidak mengenal batas. Karena itu, jangan pernah melangkah tanpa meminta rida dan doa dari ibu,” ujarnya.

Ia menambahkan, doa ibu tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa. Seorang ibu akan terus memanjatkan doa terbaik bagi kesehatan, keselamatan, kesuksesan, hingga kebahagiaan anaknya sepanjang hayat. Bahkan, doa-doa kebaikan yang dipanjatkan semasa hidup diyakini tetap membawa keberkahan bagi anak-anaknya.

Ia juga mengangkat kisah Imam Bukhari yang memperoleh kembali penglihatannya berkat doa sang ibu. Kisah tersebut menjadi teladan bahwa doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan memiliki kekuatan besar atas izin Allah SWT dan menjadi bukti pentingnya berbakti kepada orang tua.

Menutup ceramahnya, Lutfiya mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa meminta rida ibu sebelum mengambil langkah penting, menjaga hati orang tua agar tidak terluka, serta terus mendoakan ibu, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Menurutnya, rida orang tua menjadi salah satu pintu datangnya keberkahan, kesuksesan, dan keselamatan hidup di dunia maupun akhirat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....