Tata Kelola Lingkungan Berbasis Data Tingkatkan Daya Saing Kawasan Industri
- 30 Jun 2026 18:08 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Gresik - Tata kelola lingkungan berbasis data dinilai menjadi penentu daya saing kawasan industri berkelanjutan. Pendekatan tersebut membutuhkan monitoring jangka panjang serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Pandangan itu mengemuka pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di JIIPE Gresik. Kegiatan diselenggarakan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera bersama pemerintah, akademisi, tenant, dan masyarakat pesisir.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengatakan peringatan lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga kelestarian kawasan pesisir.
"Butuh kolaborasi bersama industri, masyarakat pesisir, dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Guru Besar Lingkungan Universitas Airlangga, Prof. Eddy Setiadi Soedjono, menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis data. Penilaian kondisi lingkungan tidak dapat dilakukan melalui satu parameter atau satu pengamatan.
"Perlu monitoring jangka panjang, data berkala, serta kajian multidisiplin sebelum menarik kesimpulan," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik, Sri Subaidah, mengapresiasi rehabilitasi mangrove yang dilakukan BKMS. Menurutnya, mangrove membantu mengurangi abrasi dan mendukung adaptasi perubahan iklim.
JIIPE secara rutin memantau kualitas lingkungan menggunakan laboratorium terakreditasi. Pemantauan mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 sebagai dasar evaluasi kawasan.
Dalam peringatan tersebut dilakukan penanaman seribu bibit mangrove di kawasan Kalimireng. Peserta juga melepas seribu benih ikan dan seratus benih kepiting.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gresik, Arief Witjaksono, berharap program meningkatkan produktivitas perikanan masyarakat. Nelayan diharapkan memperoleh hasil tangkapan lebih baik tanpa melaut lebih jauh.
Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, Bambang Soetiono, mengatakan tata kelola lingkungan menjadi strategi pembangunan kawasan. Menurutnya, daya saing industri ditentukan kredibilitas pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
"Ke depan, daya saing kawasan industri ditentukan kredibilitas tata kelola lingkungannya," ujar Bambang.
JIIPE juga mengembangkan infrastruktur lingkungan melalui pengoperasian TPS3R dan rencana pembangunan TPST. Langkah tersebut mendukung pengelolaan sampah yang mandiri, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi multipihak, JIIPE berkomitmen memperkuat pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Upaya itu diharapkan mendukung kawasan industri yang kompetitif dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....