Sinergi Ulama Perkuat Edukasi dan Gotong Royong Program JKN
- 29 Jun 2026 16:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - BPJS Kesehatan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemprov Jatim, dan MUI Jatim, untuk memperkuat edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kolaborasi itu diwujudkan melalui Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN (TASBIH JKN).
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan keterlibatan ulama, dai, dan daiyah menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang JKN. Hingga 31 Mei 2026, jumlah peserta JKN mencapai 285,25 juta jiwa atau 98,94 persen dari total penduduk Indonesia.
"Capaian tersebut menunjukkan semangat gotong royong masyarakat Indonesia masih menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberlangsungan Program JKN," ujar Akmal, Senin 29 Juni 2026.
Akmal mengatakan BPJS Kesehatan masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan pemahaman masyarakat dan belum optimalnya pemanfaatan layanan digital. Karena itu, kolaborasi dengan insan dakwah dinilai penting untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
"Melalui TASBIH JKN kami ingin membangun gerakan bersama agar insan dakwah menjadi Garda Terdepan JKN dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kesadaran hidup sehat, serta mengajak masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN," katanya.
Wakil Ketua MUI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Syariah BPJS Kesehatan, M. Cholil Nafis, mengatakan Program JKN selaras dengan nilai-nilai syariat Islam. Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian dari maqashid syariah dalam menjaga jiwa (hifz an-nafs).
"Kami ingin memastikan bahwa Program JKN sesuai dengan syariat Islam sehingga umat Islam perlu mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ujar Cholil Nafis.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendukung pelaksanaan TASBIH JKN. Asisten III Sekdaprov Jatim, Akhmad Jazuli menilai, program ini mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa kepesertaan JKN merupakan bagian dari semangat ibadah sosial dan gotong royong.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh kegiatan TASBIH JKN karena mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa Program JKN merupakan bagian dari nilai-nilai ibadah dan gotong royong," ujar Jazuli.
Melalui sinergi tersebut, BPJS Kesehatan berharap literasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta JKN terus meningkat. Peran ulama dan pemerintah daerah diharapkan semakin memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga keberlanjutan Program JKN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....