BPBD Jatim Waspadai Kekeringan dan Ancaman Banjir Bersamaan
- 23 Jun 2026 13:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, melakukan antisipasi dalam menghadapi anomali cuaca. Berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Kota, tetap mewaspadai dampak kekeringan, tetapi juga gerak cepat saat terjadi hujan yang menyebabkan banjir.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Selasa 23 Juni 2026 menjelaskan, terkait dengan fenomena perubahan cuaca yang tiba tiba ini telah diperingatkan BMKG. Dimana terjadi anomali cuaca, yang seharusnya telah memasuki musim kemarau, justru terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
"Sudah disampaikan oleh BMKG untuk beberapa hari ini memang ada anomali cuaca yang perlu diantisipasi. Dan ini bisa menyebabkan hujan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo," ujarnya.
Beberapa hari terakhir ini, dua daerah di Jatim mengalami anomali cuaca, yakni Surabaya dan Sidoarjo yang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Untuk itu, BPBD Jatim bersama dengan BPBD Kabupaten Kota mengoptimalkan percepatan pengurangan genangan.
"Sudah berupaya maksimal apabila terjadi genangan air segera menindaklanjuti dengan penyedotan dan juga berkolaborasi dengan PU. Saat ini musim kemarau, ada beberapa sungai yang sudah sedang dilakukan normalisasi," imbuhnya.
Berbeda dengan wilayah Surabaya dan Sidoarjo, sejumlah wilayah di Jatim mengalami kekeringan, seperti Bangkalan, Pasuruan, Lumajang, serta Banyuwangi dan Bondowoso. Sehingga BPBD Jatim dan BPBD setempat melakukan mitigasi antisipasi dampak kekeringan.
"Mungkin ada dropping air bersih, lalu juga ada pola-pola pengalihan bercocok tanam. Tetapi di sisi lain, dengan adanya perubahan iklim yang terjadi seperti di Surabaya dan Sidoarjo, ini kita mengantisipasi penanganan banjir," tuturnya.
Gatot meminta kepada masyarakat untuk mengikuti informasi yang dikeluarkan oleh BMKG, agar bisa mengantisipasi potensi ancaman bencana yang mungkin bisa terjadi di luar kekeringan. Seperti halnya yang di Surabaya dan Sidoarjo, yakni mengantisipasi adanya potensi hujan.
"Karena kita tidak bisa mengikuti ataupun mengatur kondisi cuaca yang terjadi perubahan sewaktu-waktu," pesannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....