Rembesan Air di Tanggul Lapindo Picu Kekhawatiran

  • 23 Jun 2026 09:39 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Kemunculan rembesan air di bawah tanggul penahan lumpur Lapindo di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, memicu kekhawatiran warga sekitar. Aliran air yang keluar dari kaki tanggul terlihat lebih deras dibanding biasanya sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kondisi tanggul yang menjadi pelindung utama kolam penampungan lumpur.

‎Salah seorang warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Nico Febri, mengaku beberapa hari terakhir rutin memantau kondisi tanggul. Ia melihat langsung rembesan yang muncul di bawah tanggul titik 68 yang berada di perbatasan Desa Glagaharum dan Desa Gempolsari. “Rumahku dengan tanggul tidak jauh, sekitar 50 meteran,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.

‎Menurut Nico, rembesan yang muncul kali ini terlihat lebih besar dibanding sebelumnya. Kondisi tersebut mengingatkannya pada peristiwa jebolnya tanggul pada 2014. Karena itu, ia berharap ada penjelasan dan penanganan cepat dari pihak berwenang agar warga tidak terus dihantui rasa khawatir.

‎“Kalau khawatir sudah pasti. Kami ingin ada penanganan cepat untuk memastikan kondisi tanggul tetap aman,” katanya.

‎Menindaklanjuti laporan warga, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Nalfian, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

‎Dari hasil pemeriksaan, ia menjelaskan bahwa rembesan tersebut bukan kejadian baru karena pernah ditemukan pada titik yang sama pada 2024. Saat itu petugas telah memasang saluran pengarah rembesan dan alat ukur debit air sebagai bagian dari sistem pengendalian.

‎“Saat kami cek sepertinya mengalami penyumbatan sehingga air tidak bisa mengalir melalui jalur yang sudah kami siapkan,” ujar Nalfian.

‎Meski demikian, Nalfian memastikan kondisi tanggul penahan lumpur masih dalam keadaan aman. Debit air yang keluar disebut masih sesuai dengan hasil pengukuran sebelumnya dan belum menunjukkan indikasi yang membahayakan struktur tanggul. Untuk penanganan sementara, petugas mengarahkan aliran air ke parit di sekitar lokasi agar tidak menyebar ke area lain.

‎Selain penanganan rembesan, Kementerian PU juga menyiapkan perbaikan permanen pada titik tersebut. Tahun ini, sejumlah bagian tanggul yang mengalami penurunan tanah akan ditinggikan dan diperkuat. “Kami mempertebal tanggul sekitar 30 sentimeter,” kata Nalfian.

‎Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan kolam penampungan lumpur yang memiliki kapasitas sekitar 45 juta meter kubik. Saat ini volume lumpur yang tertampung diperkirakan mencapai 37 juta meter kubik. Seiring terjadinya penurunan tanah di beberapa titik, peninggian tanggul dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas dan keamanan kawasan penampungan lumpur dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....