BMKG Juanda Imbau Warga Jatim Waspadai Cuaca Ekstrem hingga 24 Juni
- 23 Jun 2026 08:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada 22 hingga 24 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima RRI, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Di antaranya Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Pasuruan, Jombang, serta Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo.
BMKG Juanda menjelaskan, meskipun sebagian besar wilayah Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau, dalam tiga hari ke depan diprakirakan terjadi perubahan cuaca yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi.
"Masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama tiga hari ke depan," tulis Taufiq dalam keterangan resminya, Senin 22 Juni 2026.
Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi adanya gangguan konvergensi lokal di wilayah Jawa Timur, suhu muka laut yang mendukung peningkatan penguapan, serta kondisi atmosfer yang labil dan lembap pada lapisan bawah hingga menengah.
Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Taufiq juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
"Masyarakat di wilayah yang telah disebutkan diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti genangan, banjir, jalan licin, serta berkurangnya jarak pandang," tulisnya.
BMKG memperkirakan intensitas cuaca ekstrem akan mulai melemah setelah tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk radar cuaca, peringatan dini, dan informasi cuaca terkini yang disampaikan melalui berbagai media resmi BMKG Juanda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....