Ngobras Pro1 Hadirkan Inspirasi Dari Komunitas Novaloka Surabaya
- 19 Jun 2026 17:51 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Program Ngobrol Bareng Pro1 (Ngobras) Pro1 RRI Surabaya Kamis, 18 Juni 2026 menghadirkan kisah inspiratif dari Komunitas Belajar Novaloka. Dipandu oleh Joe Adi Yuanda, siaran tersebut menghadirkan langsung pendiri Novaloka, Andri, yang berbagi cerita tentang perjuangan membangun rumah belajar bagi anak-anak kurang beruntung di kawasan belakang Makam Kembang Kuning, Surabaya. Meski usianya belum genap setahun, Novaloka telah menjadi harapan baru bagi puluhan anak yang membutuhkan akses pendidikan dan perhatian.
Andri menjelaskan, Novaloka resmi berdiri pada 2 September 2025. Komunitas ini lahir dari keprihatinannya setelah mendengar cerita tentang anak-anak yatim, piatu, serta anak dari keluarga kurang mampu yang tidak mengenyam pendidikan. Saat mengunjungi lokasi tersebut, ia terenyuh melihat banyak anak menghabiskan waktu bermain di sekitar area makam tanpa kegiatan positif.
"Saya berpikir, ini masih Surabaya, kota besar, tapi ternyata masih ada anak-anak yang belum tersentuh pendidikan dengan layak. Dari situlah saya merasa harus melakukan sesuatu," ujar Andri.
Tekad Andri semakin kuat setelah mengenal dua anak yang menjadi titik awal perjuangannya, yakni Lita dan Inara. Lita tinggal bersama kakaknya setelah sang ayah meninggal dunia dan ibunya pergi tanpa kabar. Sementara Inara, yang saat itu berusia sekitar empat hingga lima tahun, belum pernah merasakan bangku sekolah.
"Saya koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan kelurahan agar mereka bisa mendapatkan hak pendidikannya. Dari situ saya sadar masih banyak anak lain yang membutuhkan perhatian yang sama," katanya.
Perjalanan mendirikan Novaloka bukanlah hal mudah. Andri hanya lulusan sekolah menengah dan bekerja sebagai kurir paket dengan penghasilan yang tidak menentu. Bermodal panggilan hati, ia memberanikan diri mengontrak rumah seharga satu juta rupiah per bulan untuk dijadikan tempat belajar.
"Sempat ada perdebatan kecil dengan istri karena kondisi ekonomi kami, tetapi akhirnya keluarga memberikan dukungan penuh. Saya percaya setiap anak berhak mendapatkan pendidikan," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Novaloka tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Bersama dua tenaga pengajar berpengalaman serta dukungan mahasiswa dari UNESA, UNAIR, dan UNTAG, proses belajar dikembangkan secara dua arah dengan inspirasi metode pendidikan di Jerman.
Anak-anak diajak membangun rasa percaya diri, kemampuan berbicara di depan umum, serta karakter yang menjunjung empati, saling menghargai, dan menjauhi perundungan. Saat ini, sekitar 30 anak usia TK hingga SMP rutin mengikuti kegiatan setiap Rabu dan Kamis.
Seiring perkembangannya, Novaloka memperluas program melalui lima pilar utama, yakni pendidikan, agama, kesehatan, lingkungan, dan pelayanan masyarakat. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata gratis, pengajian untuk anak-anak dan para ibu, pelatihan pengelolaan sampah, hingga pelatihan keterampilan bagi remaja yang bekerja sama dengan lembaga internasional asal Perancis. Komunitas ini juga aktif membantu warga yang menghadapi persoalan sosial, termasuk mencarikan tempat tinggal bagi lansia sebatang kara yang kehilangan dokumen kependudukan.
Meski baru berdiri, Novaloka telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Kawasan tempat komunitas ini beraktivitas kini memperoleh predikat Kampung Pancasila berkat berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
"Tantangan terbesar kami adalah keterbatasan dana dan relawan. Namun melihat anak-anak semakin semangat belajar membuat kami tidak pernah ingin berhenti," tutur Andri dengan penuh haru.
Ke depan, Novaloka berencana memperluas jangkauan dengan membuka cabang di beberapa wilayah Surabaya maupun luar kota. Andri berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan sosial ini.
"Kami berharap Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat luas dapat bergandengan tangan bersama Novaloka. Dukungan tidak selalu berupa materi, tetapi juga tenaga, waktu, dan ilmu agar semakin banyak anak Indonesia yang memiliki masa depan lebih baik," katanya Mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....