Pemkab Sidoarjo Tanggung Pengobatan Bocah Korban Kebakaran
- 18 Jun 2026 11:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan penanganan medis Muhammad Izzan Dwi Arifianto, bocah berusia tujuh tahun yang mengalami luka bakar 46 persen akibat peristiwa kebakaran setahun lalu, akan dilakukan secara maksimal di RSUD R.T. Notopuro. Selain menjamin perawatan hingga sembuh, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan bantuan sosial dan dukungan ekonomi bagi keluarga korban.
Bupati Sidoarjo Subandi menjenguk langsung M. Izzan yang saat ini menjalani perawatan intensif di ruang isolasi combustio RSUD R.T. Notopuro. Dalam kunjungan tersebut, Subandi menyampaikan keprihatinannya atas kondisi bocah yang juga kehilangan ibu dan kakaknya dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Saya pribadi sebagai pimpinan daerah sangat prihatin melihat kondisi ananda Muhammad Izzan. Mudah-mudahan dengan uluran tangan pemerintah daerah, anak usia tujuh tahun ini ditangani dengan baik,” kata Subandi, Kamis 18 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa RSUD R.T. Notopuro akan memberikan penanganan terbaik, termasuk tindakan operasi dan terapi lanjutan yang dibutuhkan hingga kondisi Izzan pulih. Seluruh biaya pengobatan juga dipastikan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
“Saya sudah titipkan ke Bu Direktur agar anak ini bisa sembuh seperti teman-teman seusianya. Ini menjadi perhatian khusus bupati agar ananda Muhammad Izzan mendapat bantuan perawatan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga memberikan perhatian terhadap kondisi ekonomi keluarga. Ayah Izzan, Mujianto, diketahui tidak dapat bekerja secara penuh karena harus mendampingi putranya menjalani perawatan.
Untuk itu, Pemkab Sidoarjo akan membantu mencarikan pekerjaan dengan waktu kerja yang fleksibel serta memberikan dukungan melalui bantuan sosial dari Baznas Sidoarjo.
“Nanti bapaknya kita carikan pekerjaan yang mudah saja, biar ikut membantu nyapu. Habis subuh kerja, jam delapan pulang agar dapat merawat anaknya,” tutur Subandi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, M.Kes, menjelaskan bahwa rumah sakit telah menangani Izzan selama kurang lebih satu tahun. Berbagai tindakan medis, mulai dari rawat inap, pembersihan luka hingga operasi, telah dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan.
“Sebetulnya pasien ini sudah beberapa kali rawat inap, kemudian dilakukan operasi, pembersihan luka juga sudah. Terakhir Januari ke sini, setelah itu tidak kontrol lagi,” ungkapnya.
Menurut dr. Prima, proses penyembuhan luka bakar berat membutuhkan waktu panjang dan harus dilakukan secara bertahap. Saat ini tim medis kembali menyiapkan tindakan operasi untuk mengatasi kontraktur atau kekakuan pada tangan dan kaki pasien akibat lama tidak digerakkan.
“Rencana kami akan ada pembersihan luka, operasi di tangannya dan kakinya yang kaku karena lama tidak digerakkan. Ini memang membutuhkan waktu yang lama karena operasinya dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejak awal penanganan, Izzan telah mendapatkan pendampingan dari dokter bedah plastik. RSUD R.T. Notopuro berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga pasien dapat kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam merawat pasien ini karena membutuhkan waktu yang lama,” tegas dr. Prima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....