BPS Surabaya Targetkan Pendataan 490 Ribu UMKM dalam Sensus Ekonomi 2026
- 18 Jun 2026 09:34 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- BPS Surabaya mencatat terdapat sekitar 1.402 usaha besar menjadi sasaran sensus dengan omzet di atas Rp50 miliar.
- Selain itu, sekitar 13.000 usaha menengah akan didata selama pelaksanaan sensus. Pendataan juga menyasar kurang lebih 490.000 UMKM di Surabaya.
- Hingga pertengahan Juni 2026, pendataan usaha besar mencapai sekitar 800 perusahaan. Pendataan mencakup sektor perbankan dan berbagai perusahaan besar lainnya.
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Pusat Statistik BPS Surabaya menargetkan pendataan seluruh skala usaha dalam Sensus Ekonomi 2026. Pendataan mencakup usaha besar, menengah, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kepala BPS Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan pendataan dilakukan bertujuan memperoleh gambaran kondisi ekonomi secara menyeluruh. BPS mencatat terdapat sekitar 1.402 usaha besar menjadi sasaran sensus dengan omzet di atas Rp50 miliar.
Selain itu, sekitar 13.000 usaha menengah akan didata selama pelaksanaan sensus. Pendataan juga menyasar kurang lebih 490.000 UMKM di Surabaya.
"Kita akan mendata sebanyak 1.402 usaha besar yang memiliki omzet sekitar Rp50 miliar ke atas. Sekitar 13.000 usaha menengah serta kurang lebih 490.000 itu UMKM yang kecil." ujarnya.
BPS melibatkan sekitar 1.980 petugas dan pengawas untuk mendukung pelaksanaan sensus sejak 1 Mei 2026. Metode door to door mulai dilaksanakan pada 15 Juni 2026 dan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Arrief menjelaskan Sensus Ekonomi berbeda dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. DTSEN lebih berfokus pada aspek sosial masyarakat.
Sensus Ekonomi merupakan program nasional yang dilaksanakan serentak di Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan setiap 10 tahun sekali.
"Jadi DTSEN kemarin itu Kota Surabaya sebagai pilot project. Kalau sensus ekonomi seluruh di Indonesia. Ini project 10 tahun sekali," ujar Arrief.
Hingga pertengahan Juni 2026, pendataan usaha besar mencapai sekitar 800 perusahaan. Pendataan mencakup sektor perbankan dan berbagai perusahaan besar lainnya.
Sementara itu, pendataan door to door telah menjangkau sekitar 8.000 usaha. Capaian tersebut diperoleh dalam dua hari pertama pelaksanaan.
"Ini baru masuk kalau usaha besar itu sekitar kurang lebih sudah 800-an. Perbankan dan usaha-usaha besar. Karena yang door to door baru tadi pagi saya cek. Dua hari ini kurang lebih 8.000 usaha," ungkapnya.
Arrief mengakui masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan sensus di lapangan. Sebagian responden merasa jenuh karena sering menjadi objek pendataan.
Meski demikian, BPS optimistis target pendataan dapat tercapai sesuai rencana. Optimisme didukung pendekatan persuasif dan bantuan Pemkot Surabaya.
"Ada beberapa yang mungkin agak menolak karena respondent burden. Respondent burden itu bosan karena kok didata terus. Tetapi alhamdulillah dengan pendekatan dan bantuan pemkot. Insyaallah nanti kita akan bisa mendapatkan datanya masing-masing," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....