Relevansi Tahsin Menjadi Alternatif Semangat Tahun Baru Hijriyah
- 17 Jun 2026 08:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Momentum Tahun Baru Hijriyah, pemaknaan tentang tahsin perlu dipahami lebih luas dari sekadar memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Dalam program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wonocolo Mahdy Ashiddieqy menjelaskan bahwa tahsin pada hakikatnya merupakan proses membaguskan dan menyempurnakan berbagai aspek kehidupan manusia.
Menurut Mahdy, ketika mendengar kata tahsin, sebagian besar masyarakat langsung mengaitkannya dengan kegiatan mengaji, memperbaiki tajwid, atau membenahi makhraj huruf Al-Qur’an. Pemahaman tersebut tidak keliru, namun hanya menggambarkan sebagian kecil dari makna tahsin yang sebenarnya.
Ia menjelaskan bahwa secara bahasa, tahsin berasal dari kata hasana yang berarti membaguskan, memperbaiki, atau menyempurnakan sesuatu. Karena itu, konsep tahsin memiliki cakupan yang sangat luas dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, baik spiritual maupun sosial.
“Secara bahasa, tahsin berasal dari kata hasana yang berarti membaguskan, memperbaiki, atau menyempurnakan sesuatu. Sifatnya sangat universal,” ujar Mahdy dalam siaran tersebut, Rabu 17 Juni 2026.
Mahdy menilai tema “Esensi Tahsin sebagai Sebuah Proses” sangat relevan dengan semangat Tahun Baru Hijriyah 1448H. Menurutnya, momentum hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik atau sejarah semata, tetapi juga perubahan kualitas diri menuju pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
“Hari ini, kita tidak hanya bicara tentang bagaimana membaguskan lisan kita saat melafalkan firman Allah, tetapi juga bagaimana membaguskan seluruh lini kehidupan kita untuk berhijrah menjadi manusia yang lebih berkualitas,” katanya.
Dalam penyampaiannya, Mahdy juga menyoroti pentingnya memahami tahsin Al-Qur’an sebagai sebuah proses yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Ia menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan melalui latihan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses belajar tahsin melibatkan latihan fisik dan spiritual secara bersamaan. “Ketika kita belajar tahsin, kita sedang melatih fisik dan spiritual kita secara bersamaan. Lidah kita dilatih untuk mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan tepat, mengetahui tempat keluarnya huruf, menjaga dengung, serta panjang pendek bacaan. Semua itu membutuhkan waktu dan proses adaptasi,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....