Remaja Berprestasi tanpa Kehilangan Akhlak
- 16 Jun 2026 06:14 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Prestasi dan akhlak merupakan dua hal yang seharusnya berjalan beriringan dalam kehidupan remaja. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus digital saat ini, generasi muda dituntut tidak hanya unggul dalam bidang akademik maupun non akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Nafi’udin, Dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah Kota Surabaya saat berbincang bersama RRI Surabaya dalam program Mutiara Pagi, Selasa 16 Juni 2026.
Menurutnya, kualitas remaja saat ini akan sangat menentukan kondisi masyarakat dan bangsa di masa mendatang.
“Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Apa yang mereka lakukan saat ini akan menentukan seperti apa masa depan mereka, keluarga, bahkan bangsa ini. Karena itu, prestasi harus dibangun bersama dengan akhlak yang baik,” ujarnya.
Ustad Nafi’udin menjelaskan bahwa sejarah Islam telah memberikan banyak contoh tentang sosok remaja yang mampu meraih prestasi luar biasa tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak dan keimanan. Salah satu tokoh yang sering dijadikan teladan adalah Mehmed II atau Sultan Muhammad Al-Fatih.
“Ketika masih berusia muda, Mehmed II berhasil menaklukkan Konstantinopel, sebuah kota yang saat itu dianggap mustahil ditaklukkan. Keberhasilannya bukan hanya karena kecerdasan strategi, tetapi juga karena pendidikan akhlak, keimanan, dan kedisiplinan yang ditanamkan sejak kecil,” ucapnya.
Menurut Ustad Nafi’udin, kisah-kisah remaja hebat di masa lalu menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Namun, prestasi yang membawa keberkahan adalah prestasi yang dibangun di atas fondasi akhlak yang kuat.
Di era digital saat ini, lanjutnya, remaja menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kemudahan akses teknologi dan informasi memberikan banyak peluang untuk belajar dan berkembang, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko.
“Media sosial dan teknologi bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas. Namun di sisi lain, remaja juga menghadapi tantangan besar berupa lingkungan pergaulan yang sangat beragam. Ada pengaruh positif yang bisa mendorong mereka menjadi lebih baik, tetapi ada pula pengaruh negatif yang dapat menjauhkan mereka dari nilai-nilai moral dan agama,” katanya.
Karena itu, peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Orang tua tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus menjadi teladan dalam membangun akhlak yang baik.
“Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Dari keluargalah anak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan nilai-nilai agama. Akhlak yang baik akan menjadi bekal ketika mereka tumbuh, bergaul, dan berkarya di tengah masyarakat,” ujar Nafi’udin.
Ia menambahkan bahwa benteng paling kuat bagi remaja dalam menghadapi berbagai tantangan zaman adalah aqidah yang kokoh, keimanan yang kuat, serta kebiasaan beribadah yang baik. Menanamkan kecintaan kepada Allah SWT sejak dini menjadi fondasi penting agar remaja mampu menjaga diri di tengah berbagai godaan.
“Benteng yang paling kuat adalah aqidah, iman, dan ibadah. Anak-anak perlu diajarkan untuk selalu mengingat Allah SWT, salah satunya dengan membiasakan shalat tepat waktu. Ketika hubungan dengan Allah atau hablumminallah terjaga dengan baik, maka hubungan dengan sesama manusia atau habluminannas juga akan terbentuk dengan baik,” ucap Ustad Nafi'udin.
Menurutnya, keseimbangan antara prestasi dan akhlak merupakan kunci lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Remaja yang memiliki kemampuan, prestasi, dan karakter yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Jangan sampai mengejar prestasi tetapi melupakan akhlak. Sebaliknya, akhlak yang baik akan menjadi pondasi yang mengarahkan prestasi kepada hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Inilah yang perlu kita tanamkan kepada generasi muda agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....