DEN Dorong Diversifikasi Energi Hadapi Gejolak Minyak Dunia
- 12 Jun 2026 19:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong percepatan diversifikasi energi sebagai langkah strategis menghadapi gejolak harga minyak dunia yang berdampak pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di dalam negeri. Anggota Dewan Energi Nasional, Surono, saat diwawancarai RRI Surabaya, Kamis 11 Juni 2026 mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak terlepas dari dinamika harga minyak mentah dunia.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena kondisi ketahanan energi nasional masih cukup baik. “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi terjadi karena adanya kenaikan harga minyak mentah dunia. Namun masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena ketahanan energi nasional kita masih cukup baik,” katanya.
Menurut Surono, pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan berbagai sumber energi alternatif. Upaya tersebut antara lain melalui implementasi biodiesel B40, pengembangan bioetanol, serta peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
“Pemerintah saat ini terus mengembangkan berbagai alternatif energi, termasuk B40, bioetanol, dan sumber energi lainnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” ujarnya.
Sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional, diversifikasi energi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga energi global terhadap perekonomian nasional. Selain diversifikasi energi, Surono menekankan pentingnya langkah mitigasi terhadap dinamika sektor minyak dan gas bumi (migas).
Mitigasi dapat dilakukan melalui pengembangan sumber energi alternatif, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, hingga percepatan konversi energi ke tenaga listrik. “Kita perlu melakukan mitigasi dengan mencari sumber energi lain, memperbesar pemanfaatan energi terbarukan, termasuk mendorong konversi ke listrik agar ketergantungan terhadap BBM dapat semakin berkurang,” katanya.
| Baca juga: Harga RON 95 RI Terendah ASEAN |
Surono juga mengingatkan pentingnya adaptasi masyarakat dalam penggunaan energi sehari-hari. Menurutnya, efisiensi penggunaan BBM dapat dilakukan melalui perubahan perilaku yang sederhana namun berdampak nyata.
“Kalau bisa berangkat lebih awal sehingga tidak terjebak kemacetan, memanfaatkan transportasi publik, atau menggunakan kendaraan listrik sesuai kebutuhan. Itu merupakan bentuk adaptasi yang bisa dilakukan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya penghematan energi tidak hanya membantu mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan sistem energi yang lebih berkelanjutan. “Diversifikasi energi menjadi langkah penting agar gejolak harga minyak dunia tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap perekonomian maupun kehidupan masyarakat,” kata Surono.
DEN menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasar energi global, sekaligus mendukung transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....