Cuaca Terik, Kamar Tetap Nyaman tanpa AC
- 12 Jun 2026 08:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Cuaca panas yang mulai dirasakan masyarakat seiring datangnya musim kemarau membuat sejumlah ruangan di dalam rumah, termasuk kamar tidur, terasa lebih gerah dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi saat peralihan menuju musim kemarau.
Peningkatan suhu udara dipengaruhi oleh pemanasan permukaan akibat sinar matahari yang lebih intens disertai kelembapan udara yang masih relatif tinggi. "Dampak dari suhu udara yang tinggi dan kelembapan yang relatif tinggi dapat menyebabkan udara terasa lebih gerah," tulis BMKG dalam penjelasannya mengenai fenomena cuaca panas di Indonesia.
| Baca juga: Damkar Tak Hanya Padamkan Kebakaran |
Kondisi tersebut membuat sirkulasi udara di dalam rumah menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kenyamanan ruangan. Dilansir dari Alodokter, ventilasi berfungsi mengalirkan udara dari luar ke dalam ruangan dan sebaliknya sehingga terjadi pergantian udara yang lebih baik.
Alodokter menjelaskan sirkulasi udara yang lancar dapat membantu menjaga kelembapan dan suhu ruangan tetap nyaman. Karena itu, jendela dan ventilasi sebaiknya dimanfaatkan untuk mendukung aliran udara alami, terutama pada pagi dan sore hari saat suhu udara cenderung lebih rendah.
Selain ventilasi, paparan sinar matahari yang masuk melalui jendela juga berpengaruh terhadap suhu ruangan. Alodokter menyarankan penggunaan tirai atau gorden untuk membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam kamar pada siang hari.
Sumber yang sama juga menyebut penggunaan seprai dan sarung bantal berbahan katun dapat memberikan kenyamanan lebih saat cuaca panas karena mampu menyerap keringat dengan baik. Sementara itu, perangkat elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan untuk mengurangi panas tambahan di dalam ruangan.
BMKG turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan panas berlebihan. Selain membantu menjaga kesehatan, langkah tersebut juga penting untuk mencegah dehidrasi saat suhu udara meningkat.
Dengan ventilasi yang memadai dan sirkulasi udara yang baik, suhu ruangan dapat terasa lebih nyaman meski tanpa pendingin udara. Langkah sederhana tersebut dapat menjadi salah satu cara menghadapi cuaca panas selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....