Kebutuhan Lapangan Kerja Mulai Dominasi Aspirasi Warga selama Reses DPRD
- 11 Jun 2026 11:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Persoalan lapangan kerja mulai menjadi perhatian utama masyarakat Surabaya. Temuan tersebut mengemuka dalam pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Surabaya yang baru saja selesai digelar di seluruh daerah pemilihan.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mengatakan perubahan pola aspirasi masyarakat mulai terlihat dalam beberapa periode reses terakhir. Jika sebelumnya mayoritas warga menyampaikan usulan terkait pembangunan infrastruktur dan pendidikan, kini kebutuhan akan kesempatan kerja semakin sering disampaikan.
“Hampir setiap kali reses, anggota DPRD mendapatkan keluhan terkait kebutuhan pembukaan lapangan kerja. Ini menjadi fenomena baru yang menunjukkan bahwa persoalan ekonomi dan kesempatan kerja mulai menjadi perhatian utama masyarakat,” ungkapnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Meski demikian, persoalan infrastruktur lingkungan masih menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak diterima anggota dewan. Warga masih mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, saluran drainase, penerangan jalan umum, hingga berbagai fasilitas dasar permukiman.
Selain itu, sektor pendidikan juga tetap menjadi perhatian masyarakat. Aspirasi mengenai pembangunan sekolah negeri baru dan pemerataan akses pendidikan masih banyak disampaikan dalam forum-forum pertemuan dengan warga.
"Dorongan pembangunan SMP Negeri maupun SD Negeri di wilayah yang jauh dari zonasi sekolah merupakan salah satu contoh aspirasi warga yang kemudian diperjuangkan DPRD dalam proses perencanaan pembangunan,” jelasnya.
Menurut Fathoni, seluruh aspirasi tersebut diperoleh melalui kegiatan reses yang merupakan kewajiban anggota DPRD sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Karena menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Setiap kegiatan yang menggunakan APBD harus dijalankan secara akuntabel. Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung menemui masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, lalu memperjuangkannya dalam proses pembangunan daerah," katanya.
Ia menjelaskan, seluruh aspirasi yang diperoleh selama masa reses kemudian dihimpun menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Selanjutnya, usulan tersebut dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk diverifikasi dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah.
Fathoni menegaskan bahwa Pokir DPRD bukan merupakan jatah anggaran pribadi anggota dewan. Pokir merupakan kumpulan kebutuhan masyarakat yang diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah.
“Pokir bukan plafon anggaran anggota DPRD dan bukan pula proyek milik anggota dewan. Itu adalah suara masyarakat yang kami perjuangkan agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut hasil reses juga menjadi bahan penting dalam pelaksanaan fungsi DPRD, mulai dari penganggaran, pengawasan, hingga pembentukan peraturan daerah. Bahkan, sejumlah regulasi inisiatif DPRD lahir dari berbagai persoalan yang ditemukan langsung di tengah masyarakat.
Pimpinan DPRD juga mengingatkan seluruh anggota dewan untuk terus mengedepankan kolaborasi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Surabaya.
"Jangan sampai ada satu kawasan yang berkembang sangat pesat sementara kawasan lain tertinggal. Aspirasi yang diperjuangkan harus memberikan manfaat bagi seluruh warga Surabaya secara merata,” katanya.
Fathoni berharap pelaksanaan reses dapat semakin memperkuat hubungan antara masyarakat dan lembaga legislatif. Menurutnya, kebutuhan warga yang disampaikan secara langsung menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
"Reses adalah jembatan antara masyarakat dan kebijakan. Dari sanalah kami mengetahui kebutuhan warga, memahami persoalan yang mereka hadapi, lalu memperjuangkannya agar menjadi bagian dari pembangunan Kota Surabaya," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....