Sebanyak 51 Siswa ADEM Papua Lolos Masuk PTN

  • 10 Jun 2026 18:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sebanyak 51 siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua dan ADEM Repatriasi di Jawa Timur berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur SNBP dan SNBT Tahun Ajaran 2026/2027. Capaian ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dari jumlah tersebut, 26 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sedangkan 25 siswa lainnya lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Keberhasilan itu dinilai menjadi bukti kualitas pembinaan pendidikan dalam Program ADEM.

“Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Program ADEM bukan hanya membuka akses pendidikan yang berkualitas, tetapi juga berhasil melahirkan generasi Papua yang berprestasi, tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional,” kata Khofifah, dalam siaran pers, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Khofifah, Program ADEM tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran keberagaman dan penguatan karakter kebangsaan. Selama belajar di Jawa Timur, para siswa juga mendapatkan pengalaman hidup dalam lingkungan yang beragam.

Khofifah juga menyambut baik peningkatan kuota ADEM Papua di Jawa Timur pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kuota program tersebut naik menjadi 152 siswa dari sebelumnya 145 siswa.

“Ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Semakin banyak anak-anak Papua yang memperoleh kesempatan belajar di Jawa Timur, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan keberhasilan siswa ADEM menembus PTN menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki anak-anak Papua. Saat ini terdapat 440 siswa ADEM Papua yang menempuh pendidikan di SMA dan SMK di Jawa Timur.

Salah satu siswa, Yazinta Kaipman dari SMAN 1 Kejayan Pasuruan, mengaku merasa diterima dengan baik selama mengikuti program tersebut. “Kami sebagai anak Papua tidak merasa sendirian di sini. Kami disambut dengan sangat baik, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....