Life After Breakup, Saatnya Bangkit Menata Hidup Kembali

  • 10 Jun 2026 18:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Putus cinta menjadi salah satu pengalaman emosional yang hampir pernah dialami setiap orang. Meski menyakitkan, berakhirnya sebuah hubungan bukanlah akhir dari segalanya. Belakangan, istilah life after breakup populer di kalangan Generasi Z untuk menggambarkan fase kehidupan setelah hubungan asmara berakhir.

Dilansir dari Cosmopolitan Indonesia, life after breakup merujuk pada kondisi emosional dan mental yang dialami seseorang setelah putus cinta. Pada fase ini, seseorang dapat merasakan beragam emosi, mulai dari sedih, marah, kecewa, menyesal, hingga perasaan lega dan bebas, tergantung pada situasi yang melatarbelakangi berakhirnya hubungan tersebut.

Dalam proses pemulihan, banyak orang mengalami tahapan duka sebagaimana dijelaskan oleh pakar kehilangan David Kessler. Tahapan tersebut meliputi penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, penerimaan, hingga menemukan makna baru dalam hidup. Setiap individu dapat melewati tahapan ini dengan cara dan waktu yang berbeda.

Salah satu langkah penting dalam menghadapi putus cinta adalah menerima perasaan yang muncul. Alih-alih menolak atau menekan emosi, seseorang dianjurkan untuk mengakui dan merasakan kesedihan yang ada. Pendekatan ini diyakini dapat membantu proses penyembuhan emosional berjalan lebih sehat dan alami.

Selain itu, fokus pada diri sendiri menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju pemulihan. Momen setelah putus cinta dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kembali tujuan hidup, membangun kebiasaan positif, serta memberi ruang bagi diri untuk berkembang tanpa tekanan dari hubungan yang telah berakhir.

Aktivitas fisik seperti olahraga juga terbukti membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Bahkan kegiatan sederhana seperti berjalan kaki selama beberapa menit setiap hari dapat membantu menurunkan tingkat stres dan memberikan energi positif untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu agar seseorang tidak terjebak dalam kebiasaan memantau media sosial mantan secara berlebihan atau mengambil keputusan besar secara impulsif saat kondisi emosi belum stabil. Dengan memberi waktu untuk pulih dan membangun kembali fokus pada diri sendiri, fase life after breakup dapat menjadi awal baru untuk tumbuh lebih kuat dan menemukan makna hidup yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....