Muslimat NU Surabaya Belajar Kebencanaan di BPBD Jatim

  • 09 Jun 2026 09:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ratusan anggota Muslimat NU Kota Surabaya mengikuti pembelajaran kebencanaan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

Sekitar 100 peserta yang terdiri dari Pimpinan Cabang (PC) dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari berbagai kecamatan tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka mendapatkan materi mulai dari pengenalan jenis bencana hingga simulasi penanganan darurat.

“Kegiatan ini insya Allah sangat bermanfaat bagi anggota kami dan akan kami tularkan ke anggota lainnya,” ujar Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Hj. Lilik Fadhilah, dalam siaran pers, Selasa 9 Juni 2026.

Pembelajaran yang diberikan meliputi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), simulasi gempa bumi, hingga praktik pemadaman kebakaran. Fasilitas edukasi yang lengkap membuat peserta dapat memahami penanganan bencana secara langsung.

Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan individu menjadi faktor utama dalam keselamatan saat bencana terjadi.

“Penanganan bencana tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi perlu keterlibatan seluruh masyarakat,” kata Andhika.

Ia juga menyinggung hasil survei di Jepang yang menunjukkan sebagian besar korban selamat karena kemampuan diri sendiri. Hal tersebut menjadi dasar pentingnya edukasi kebencanaan bagi masyarakat luas.

“Mayoritas yang selamat saat bencana terjadi karena kesiapan diri, bukan semata bantuan tim penolong,” ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara menambahkan bahwa perempuan dan anak termasuk kelompok rentan dalam bencana. Oleh karena itu, edukasi seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan komunitas.

Selain pembelajaran, peserta juga menerima bantuan 100 bibit pohon produktif sebagai bagian dari mitigasi lingkungan. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” ujar Kiki.

Salah satu peserta, Sulinah, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. “Terima kasih atas pembelajaran hari ini, ini sangat bermanfaat dan bisa kami bagikan ke anggota lainnya,” katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....