Dinkes Sidoarjo: Temuan TBC Tinggi Tanda Deteksi Efektif
- 07 Jun 2026 21:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Tingginya angka temuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sidoarjo tidak selalu menjadi indikator memburuknya kondisi kesehatan masyarakat. Sebaliknya, capaian tersebut menunjukkan sistem penemuan kasus yang dijalankan pemerintah daerah berjalan efektif dan mampu menjangkau penderita yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmi Herawati Yuantina, menjelaskan bahwa indikator keberhasilan program TBC salah satunya diukur dari capaian penemuan kasus.
Menurutnya, target nasional mengharuskan daerah menemukan minimal 90 persen dari estimasi kasus yang ada. Sementara itu, Sidoarjo berhasil melampaui target tersebut pada 2024 maupun 2025 dengan capaian di atas 100 persen.
“Jika jumlah kasus TBC yang ditemukan tinggi, secara surveilans justru menunjukkan sistem penemuan kasus bekerja sangat baik. Program TBC berhasil menemukan lebih banyak kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Target penemuan kasus minimal 90 persen bahkan telah terlampaui karena capaian temuan kasus di Sidoarjo pada 2024 dan 2025 berada di atas 100 persen,” kata Lakshmi, Minggu 7 Juni 2026.
Ia menuturkan, keberhasilan tersebut didukung berbagai strategi, mulai skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak terhadap keluarga pasien, pemanfaatan Tes Cepat Molekuler (TCM), hingga optimalisasi pelaporan dari fasilitas kesehatan swasta.
Namun demikian, Lakshmi menegaskan bahwa tingginya penemuan kasus harus diimbangi dengan keberhasilan pengobatan agar pasien sembuh dan tidak menjadi sumber penularan baru.
“Temuan kasus yang tinggi harus diikuti dengan pengobatan yang optimal. Minimal 95 persen dari seluruh kasus yang ditemukan harus menjalani pengobatan hingga tuntas agar sembuh dan tidak lagi menjadi sumber penularan di masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....