Gubernur Khofifah Paparkan Capaian Program Lingkungan Hidup di Jatim

  • 06 Jun 2026 13:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengimplementasikan tiga langkah dalam menjaga lingkungan hidup, yakni promotif, preventif dan kuratif. Sebagaimana diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah instansi bersama sama melakukan bersih bersih sungai, serta penanaman pohon di kampus UINSA, Sabtu 6 Juni 2026. Sekaligus mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup secara terpusat bersama sejumlah Menteri dan Provinsi se Indonesia.

"Yang kita lakukan selama ini adalah, di mana ada pantai yang bisa ditanami mangrove, Insya Allah semua pantai se-Jawa Timur kita sudah pernah bertanam mangrove. Maka kemudian tiga tahun lalu kita masuk ke festival mangrove," ujarnya.

Menjaga lingkungan, telah dilakukan semua elemen strategia di Jatim, mulai dari kampus, pecinta lingkungan, hingga Forkopimda Jatim. Gubernur Khofifah menuturkan, jika seluruh elemen strategis tersebut, kompak saat mengikuti kegiatan festival mangrove.

"Jadi di Jawa ini kalau ada hutan mangrove, maka sekitar 51 persen ada di Jawa Timur. Karena kita semua kompak," ujarnya.

Pemprov Jatim mengusulkan program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) untuk mendapat IGA (Innovative Government Award) ke Kemendagri. Dimana memanfaatkan halaman sekolah untuk bertanam dan beternak.

"Halaman-halaman belakang sekolah yang biasanya tumpukan sampah itu sudah tidak ada. Maka yang tumpukan sampah itu sudah dijadikan area bertanam baik sayur, buah maupun perikanan," terangnya.

Gubernur Khofifah juga menegaskan pentingnya program PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik). Dengan kapasitas seribu ton, saat ini yang sudah siap adalah rumpun Surabaya, Sidoarjo, Gresik, serta rumpun Malang Raya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....