Hari Lingkungan Hidup, TPS3R Dorong Kesadaran Kelola Sampah
- 05 Jun 2026 11:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik. Salah satu upaya yang terus didorong adalah penguatan fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) sebagai garda terdepan pengurangan sampah dari sumbernya.
Pengelola TPS3R Delta Sari Waru, Handoko, mengatakan pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengelola fasilitas persampahan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, kesadaran warga untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah menjadi kunci terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
“TPS3R merupakan garda terdepan dalam pengolahan sampah. Kami mengumpulkan sampah dari masyarakat dan tempat usaha, kemudian melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPA,” kata Handoko, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, TPS3R Delta Sari di Desa Kureksari, Kecamatan Waru, saat ini melayani 6.357 pelanggan yang terdiri atas 6.340 rumah tangga dan 17 tempat usaha. Dari layanan tersebut, timbunan sampah yang masuk setiap hari mencapai 12 hingga 15 ton dengan dominasi sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, dan limbah tanaman.
Menurut Handoko, pengelolaan sampah yang baik memiliki dampak besar terhadap kualitas lingkungan. Semakin banyak sampah yang dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali, semakin kecil pula beban yang harus ditanggung tempat pembuangan akhir serta risiko pencemaran lingkungan yang ditimbulkan.
“Jenis sampah yang paling banyak kami terima adalah sampah organik. Jika dikelola dengan benar, sampah ini sebenarnya masih memiliki nilai manfaat dan tidak harus semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai tantangan terbesar dalam menjaga lingkungan saat ini masih terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Edukasi dan penyadaran mengenai pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya perlu terus dilakukan agar pengelolaan lingkungan tidak hanya berhenti di TPS3R, tetapi dimulai dari setiap rumah tangga.
“Tantangan ke depan adalah bagaimana memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sebelum dibuang ke tempat sampah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” tuturnya.
Handoko berharap Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi peringatan seremonial, melainkan mendorong perubahan nyata dalam kebiasaan masyarakat. Dengan memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan mendukung program daur ulang, masyarakat dinilai dapat berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....