Mental Block Hambat Numerasi Anak

  • 02 Jun 2026 10:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Stigma bahwa Matematika merupakan mata pelajaran sulit masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Persepsi tersebut dinilai turut memengaruhi kemampuan numerasi siswa yang tercermin dalam capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika.

Wakil Kepala Pusat Studi Sains Fundamental ITS sekaligus Wakil Gubernur III Indonesian Mathematical Society (IndoMS) Jawa Timur, Dieky Adzkiya menilai anggapan bahwa Matematika sulit masih banyak ditemukan di kalangan peserta didik. Menurutnya, persepsi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pengalaman belajar, metode pembelajaran yang kurang menarik, hingga pandangan negatif yang terlanjur melekat terhadap mata pelajaran Matematika.

"Masih ada anggapan bahwa Matematika itu sulit. Belum lagi jika siswa bertemu dengan metode pembelajaran yang kurang menyenangkan atau memiliki persepsi bahwa guru Matematika galak. Hal-hal seperti itu dapat memunculkan mental block terhadap Matematika," ujarnya dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Dieky, capaian TKA Matematika tidak dapat dilihat semata-mata dari kemampuan berhitung siswa. Ia menilai masih terdapat tantangan dalam membangun pemahaman peserta didik terhadap konsep Matematika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan kemampuan numerasi.

Ia menjelaskan, kurikulum pendidikan saat ini sebenarnya telah memberikan ruang yang cukup baik untuk mengembangkan kemampuan numerasi. Berbagai kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.

"Kurikulum saat ini sudah sangat baik. Teknologi, termasuk AI, memberikan banyak kemudahan bagi proses belajar. Tantangannya adalah bagaimana Matematika dapat dikenalkan sebagai pelajaran yang menyenangkan dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.

Dieky menegaskan Matematika bukan sekadar kumpulan angka maupun rumus yang harus dihafalkan. Lebih dari itu, Matematika merupakan kemampuan memahami persoalan, menganalisis informasi, dan mencari solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pembelajaran yang kurang kontekstual masih menjadi salah satu tantangan dalam penguatan numerasi siswa. Akibatnya, peserta didik kerap kesulitan menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas dengan persoalan nyata yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

"Numerasi tidak hanya soal menghitung. Yang lebih penting adalah bagaimana siswa mampu memahami sebuah masalah dan menggunakan logika untuk menemukan solusi. Karena itu, Matematika harus dibuat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Ia juga mengamini pandangan sejumlah pengamat pendidikan yang menilai rendahnya capaian numerasi dipengaruhi berbagai faktor, termasuk fenomena math anxiety atau kecemasan terhadap Matematika. Stigma bahwa Matematika merupakan pelajaran yang sulit membuat sebagian siswa kehilangan kepercayaan diri bahkan sebelum mencoba memahami materi yang diajarkan.

Selain pembelajaran yang menarik dan kontekstual, Dieky menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan peserta didik dalam meningkatkan kemampuan numerasi. Menurutnya, dukungan orang tua di rumah memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri dan motivasi belajar anak.

"Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi proses belajar anak. Guru juga perlu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, sementara siswa harus memiliki kemauan untuk belajar dan tidak langsung menyerah ketika menghadapi Matematika," ucapnya.

Dieky berharap upaya bersama dari berbagai pihak dapat mengubah stigma terhadap Matematika sekaligus meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, dukungan keluarga, serta pemanfaatan teknologi secara optimal, kemampuan numerasi siswa diharapkan terus meningkat dan berdampak positif terhadap capaian akademik mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....