Empat Rumah Tak Layak Huni Segera Direhabilitasi
- 01 Jun 2026 12:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo segera merehabilitasi empat rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Desa Pabean, Kecamatan Sedati. Permintaan itu disampaikan setelah ia meninjau langsung kondisi rumah-rumah warga yang dinilai sudah tidak layak ditempati dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya.
Empat rumah yang akan direhabilitasi tersebut milik Sujiono, Soleh, Dayat, dan Rukiani. Dalam inspeksi mendadak, Subandi menemukan berbagai kerusakan pada bangunan, mulai dari atap bocor, lantai yang rendah dan rawan banjir, dinding retak, hingga kamar mandi yang tidak memenuhi standar kesehatan.
“Kondisi rumahnya tadi kita lihat kamar mandinya tidak layak. Kalau hujan rumah ini banjir karena atapnya bocor. Nanti akan kita benahi, lantainya kita tinggikan dan dikeramik, serta ventilasinya juga akan dibuat agar rumah lebih sehat untuk ditempati,” kata Subandi dalam keterangan yang diterima, Senin 1 Juni 2026.
Menurut Subandi, rehabilitasi harus segera dilakukan pada Juni ini agar risiko yang mengancam keselamatan warga dapat diminimalkan. Ia menyoroti kondisi rumah Dayat yang mengalami keretakan di sejumlah bagian bangunan sehingga dikhawatirkan membahayakan penghuni apabila tidak segera diperbaiki.
“Ini menjadi kekhawatiran. Tembok-temboknya sudah retak, atap seng di bagian belakang juga keropos. Kondisi seperti ini harus segera dibenahi agar tidak membahayakan pemilik rumah,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Rukiani, warga lanjut usia yang menderita stroke. Selain meminta perbaikan rumah, Subandi meminta Baznas menyediakan ventilasi yang memadai serta memperbaiki fasilitas sanitasi agar kesehatan Rukiani tidak semakin terganggu.
“Saya minta kepada Baznas rumah ini diberi ventilasi yang baik agar Bu Rukiani tidak terganggu kesehatannya. Kamar mandinya juga akan kita benahi. Selain itu, nanti saya berikan kursi roda untuk membantu aktivitas beliau,” kata Subandi.
Di sisi lain, keluarga penerima bantuan menyambut haru rencana rehabilitasi tersebut. Towilah, anak Rukiani, mengaku tidak pernah menyangka rumah yang ditempati ibunya bersama cucu-cucu mereka akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Selama bertahun-tahun, kondisi ekonomi keluarga membuat mereka tidak mampu melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
“Alhamdulillah, ini benar-benar rezeki bagi kami. Sudah lama ingin memperbaiki rumah, tetapi belum ada kemampuan. Semoga bantuan ini bisa membuat ibu lebih nyaman dan sehat,” ujar Towilah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....