Gubernur Khofifah Dorong Penurunan AKI dan AKB di Jatim

  • 31 Mei 2026 16:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Salah satunya dengan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB).

Gubernur Khofifah, Minggu 31 Mei 2026 menegaskan, program keluarga berencana tidak lagi dimaknai sebagai pembatasan jumlah anak. Program tersebut difokuskan pada pengaturan jarak kelahiran demi menjaga kesehatan ibu dan anak.

“KB bukan membatasi jumlah anak, tetapi mengatur jarak kelahiran. Dengan jarak kelahiran yang ideal, kesehatan ibu dan anak dapat terjaga lebih baik,” kata Khofifah.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, menilai pengaturan jarak kelahiran memiliki peran penting dalam menekan AKI dan AKB. Menurutnya, risiko kesehatan ibu maupun bayi dapat ditekan melalui perencanaan keluarga yang baik.

“KB itu bukan membatasi jumlah anak, tetapi mengatur jarak kelahiran. Dengan pengaturan jarak kelahiran yang baik, maka risiko AKI dan AKB bisa ditekan,” ujar Shodiqin.

Selain fokus pada kesehatan ibu dan anak, BKKBN Jawa Timur juga memperkuat program pembangunan keluarga. Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan.

Menurut Shodiqin, BKKBN kini memiliki tugas yang lebih luas dibanding sebelumnya. Selain program KB, lembaga tersebut juga menangani kependudukan dan pembangunan keluarga.

“BKKBN harus menggandeng semua mitra terkait karena bukan hanya mengurusi masalah KB, tetapi juga masalah kependudukan dan pembangunan keluarga,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Upaya tersebut bertujuan memperkuat pelaksanaan program yang telah berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....