Rutan Surabaya Ubah Hukuman Disiplin Jadi Literasi Pembinaan
- 28 Mei 2026 19:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya menghadirkan pendekatan baru dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program literasi berbasis perpustakaan. Program tersebut mengubah hukuman disiplin menjadi pembinaan edukatif dengan mewajibkan warga binaan membaca buku dan menulis esai sebagai bentuk refleksi diri.
Program bertajuk “Literasi Pemasyarakatan, Gerakan Membaca Warga Binaan” itu dilaksanakan setiap hari dan menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter warga binaan. Khusus bagi WBP yang melakukan pelanggaran tata tertib, mereka diwajibkan membaca buku-buku edukatif lalu membuat esai berdasarkan inti sari bacaan yang dipelajari.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan pendekatan tersebut menjadi langkah humanis dalam proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, hukuman tidak hanya bersifat disiplin, tetapi juga harus memberikan nilai edukasi dan perubahan pola pikir bagi warga binaan.
“Inovasi perpustakaan ini menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk membangun pola pikir positif dan meningkatkan kualitas diri warga binaan. Mereka tidak hanya menjalani hukuman disiplin, tetapi juga diwajibkan membaca buku dan membuat esai sebagai bentuk refleksi serta pembelajaran diri,” ujar Adi Wibowo, Kamis 28 Mei 2026.
Ia menjelaskan, koleksi buku di perpustakaan rutan berisi berbagai materi edukatif mulai dari bahaya narkoba, psikologi, pengembangan diri, hingga biografi Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Bacaan tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi serta membangun kesadaran warga binaan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik.
Menurut Adi Wibowo, program pembinaan tersebut dirancang agar berjalan secara nyata dan terukur. Warga binaan tidak dapat berpura-pura membaca karena diwajibkan membuat esai sebagai bukti pemahaman terhadap buku yang dipelajari. Selain itu, proses pembinaan dan hasil karya warga binaan juga didokumentasikan dalam bentuk video sebagai bentuk transparansi pelaksanaan program.
Program literasi tersebut mulai menunjukkan dampak positif di lingkungan Rutan Surabaya. Sejumlah warga binaan kini terlihat lebih antusias mengunjungi perpustakaan dan mulai menumbuhkan minat membaca sebagai bagian dari proses pembinaan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....