Gubernur Jatim Sebut Penjualan Hewan Kurban Tahun Ini Meningkat 30 Persen
- 27 Mei 2026 17:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pada momen Idul Adha 1447 H kali ini, penjualan hewan ternak untuk kurban meningkat sebanyak 30 persen jika dibandingkan dengan tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Khofifah usai melaksanakan ibadah shalat id di Masjid Al Akbar Surabaya.
Khofifah menjelaskan seperti yang terjadi di Sentra Peternakan Banjarejo, Kab. Lamongan yang sudah berhasil menjual sebanyak 260 dari total stok yang dimiliki yakno 300 ekor pada periode hari Senin 25 Mei 2026.
“Yang kita kunjungi misal di Banjarejo Lamongan itu mereka punya stok 300 ekor. Pada saat kita ke sana hari Senin yang lalu, itu mereka sudah terjual 260 ekor dan katanya sudah meningkat 30% dibanding dengan penjualan di tahun 2025,” ujarnya.
Ia menambahkan dengan adanya peningkatan tersebut membuktikan bahwa semangat masyarakat Jawa Timur untuk beribadah kurban sangat tinggi dan mampu memajukan kelompok peternak di seluruh Jawa Timur.
“Penjualan yang jauh lebih signifikan dibanding dengan tahun lalu ini artinya bahwa semangat ibadah masyarakat Jawa Timur ini luar biasa dan peternak-peternak juga bisa membawa proses ini dengan sangat apa update,” ungkapnya.
Terlebih, ia mengapresiasi peningkatan penjualan tersebut juga berkat kesuksesan pengaplikasian sistem penjualan secara digital yang mampu mempermudah teknis penjualan bagi para peternak maupun pembeli.
“Karena banyak diantara mereka menjual secara digital, menjadi digital ekosistem itu sangat membantu baik bagi peternak maupun bagi pembeli, serta ini bagus bagi perekonomian di Jawa Timur khususnya,” ucapnya.
Sementara Kepala Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor menjelaskan sebanyak 23 sapi 49 kambing akan disembelih H+1 Idul Adha dan dibagikan ke masyarakat Kelurahan Pagesangan dan Gayungan.
“Kurban sapi dan juga kambing di Al Akbar akan dipotong H+1, tepatnya hari Kamis besok, termasuk kurban Pak Presiden, Gubernur, dan sebagainya, dan distribusi daging kurbannya nanti mengarah ke masyarakat kelurahan Pagesangan dan juga Gayungan,“ ujar Helmy.
Pihaknya memastikan bahwa pembagian hewan kurban tidak dilakukan di area masjid, namun akan diserahkan langsung kepada masyarakat yang sudah terdata berdasarkan data Gakin (keluarga miskin), lembaga sosial maupun yayasan.
“Kita tidak akan melakukan penyaluran di lingkungan masjid, daging itu nantinya akan diserahkan langsung ke penerima yang telah kita data salah satunya Gakin (keluarga miskin), lembaga sosial ataupun yayasan yang sudah mengajukan permohonan kepada kami,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....